Breaking News:

Berita Kota Kupang

ARV Jadi Perhatian Pemerintah Kota Kupang

Obat Antiretroviral ( obat ARV) yang diperuntukkan bagi pengidap HIV/AIDS atau ODHA akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Obat Antiretroviral ( obat ARV) yang diperuntukkan bagi pengidap HIV/AIDS atau ODHA akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang ( Pemkot Kupang). Masalah HIV/AIDS juga perlu ditangani secara serius.

Hal ini disampaikan Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay,S.E,M.Si saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin 11 Oktober 2021. Fahren dikonfirmasi soal obat ATV di Kota Kupang.

Menurut Fahren, masalah HIV /AIDS tentu menjadi perhatian Pemkot Kupang.  

"Untuk obat ARV ini harus jadi perhatian, karena obat ini dibutuhkan oleh penderita HIV /AIDS untuk konsumsi secara kontinyu," kata Fahren.

Baca juga: Kasus Covid-19 Belum Berakhir, Pemkot Kupang Minta Warga Jangan Eforia Berlebihan

Dijelaskan, adanya penilaian bahwa menipisnya ARV akan dicek sehingga pelayanan obat kepada pengidap HIV /AIDS tidak terganggu.

"Tentu pemerintah akan perhatikan masalah ini, karena adanya obat itu, bisa menolong penderita HIV /AIDS," katanya.

Dia mengharapkan, masyarakat Kota Kupang agar menanamkan perilaku hidup sehat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak mental dan masa depan generasi penerus.

"Kota ini kota kasih, karena itu masi kita semua menjaga kota ini, termasuk anak-anak muda supaya hindari diri dengan berbagai penyakit masyarakat. HIV/ AIDS ini merusak masa depan, sama halnya dengan narkoba," katanya.

Fahren meminta peran semua elemen masyarakat dalam mencegah kasus HIV /AIDS di Kota Kupang.

"Peran orang tua harus benar-benar dilakukan dan mengawasi anak di rumah supaya terhindar dari pergaulan bebas, sehingga dapat mencegah masalah HIV/ AIDS," katanya.

Untuk diketahui sejak Januari hingga Juli 2021, kasus HIV /AIDS di Kota Kupang sudah mencapai 72 kasus. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved