Breaking News:

Berita Lembata

Pemda Lembata dan Plan Indonesia Lakukan Pertemuan Pokja Pelibatan Masyarakat

Pemda Lembata dan Plan Indonesia Lakukan Pertemuan Pokja Pelibatan Masyarakat

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Kepala Dinas Sosial Ambrosius Lein sedang memaparkan materi dalam pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) pelibatan masyarakat dan sekaligus penyampaian hasil mekanisme umpan balik (MUB) di Restoran Olimpic Lewoleba, Jumat, 8 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pemerintah Daerah Lembata ( Pemda Lembata) bersama Yayasan Plan International Indonesia ( Plan Indonesia) melakukan pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) pelibatan masyarakat dan sekaligus penyampaian hasil mekanisme umpan balik ( MUB).

MUB ini telah dilakukan terhadap 782 penerima manfaat, yang terdiri dari anak, kaum muda dan orang dewasa.

Pertemuan yang menghadirkan lebih dari 42 peserta ini, terdiri dari berbagai unsur, baik dari pemerintah dalam hal ini para camat di wilayah terdampak, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terlibat dalam tanggap darurat, TNI/POLRI, media dan semua unsur yang terlibat dalam pekerjaan tanggap darurat bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi pada April lalu di Lembata. Pertemuan ini berlangsung di Olympic Ballroom & Resto Lembata, Jumat, 8 Oktober 2021.

Sebagai lembaga kemanusiaan yang telah bekerja lebih dari 15 tahun di Kabupaten Lembata, Plan Indonesia memiliki sekitar 10 ribu anak dampingan yang tersebar di 5 kecamatan. Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat badai siklon tropis Seroja yang lalu, Plan Indonesia terus berupaya mendorong pemulihan para penyintas dengan melakukan intervensi program di tiga sektor yakni Water, Sanitation and Hygiene in Emergencies (WASH), Education in Emergencies (EiE) dan Child Protection In Emergencies (CPiE).

Baca juga: Erupsi Ile Lewotolok Terjadi Hingga 26 Kali Sehari

"Dengan adanya pelibatan masyarakat melalui MUB ini, diharapkan intervensi bantuan dan program akan lebih tepat sasaran, tepat guna dan produktif serta terjamin kualitasnya. Berdasarkan catatan Plan Indonesia, sebanyak 1.178 anak dampingan terdampak bencana di Lembata, dengan 1.058 di antaranya terpaksa dievakuasi ke pusat pengungsian terdekat," kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia.

Pelibatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia ini merupakan upaya untuk mendorong masyarakat terlibat aktif dalam setiap siklus respon situasi darurat (bertukar informasi, mengambil keputusan, dan implementasi respon). Tujuan utamanya adalah agar respon yang dilakukan itu cepat, tepat, sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat. "Pelibatan masyarakat itu penting dikarenakan hak dasar dari semua penyintas, mempromosikan akuntabilitas dan kualitas, dan sebagai masukan untuk memperbaiki penanggulangan bencana," pungkas Erlina.

Kepada wartawan, Erlina Dangu, menegaskan masyarakat mempunyai hak dalam bencana. Jadi harapannya masyarakat juga terlibat dalam semua siklus penanganan kebencanaan di Kabupaten Lembata.

Penting bagi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat atau komunitas untuk bisa mengetahui feedback masyarakat penerima manfaat dan kemudian jadi catatan untuk peningkatan pelayanan.

"Dari diskusi memang kelihatan Pemda dan LSM memang butuh ruang untuk membangun komunikasi. Ruang ini yang memang belum ada," ujarnya.

Ambrosius Lein, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lembata, usai pertemuan, mengungkapkan, pemerintah tentu saja tetap berupaya menata kembali penanganan bencana di Lembata. Pertemuan itu pun sudah menghasilkan tujuh rencana tindak lanjut atau komitmen dan langkah konkret.

"Kegiatan ini sangat penting yang merupakan bentuk evaluasi dalam penanganan bencana sebagai upaya penataan ketika bencana di Lembata.
Koordinasi lintas sektor sangat penting, pemerintah, dunia usaha dan LSM/masyarakat. Tapi pemerintah jadi lokomotif. Harapannya kita lanjut dengan rapat pokja lebih lanjut dan optimalkan rencana kita," ujar Ambrosius Lein.

Tiga pembicara dihadirkan dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lembata Ambrosius Lein, Yohanes Paskalis Oleona, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Lembata dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata Nasrun Neboq. (*)

Baca Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved