Breaking News:

Berita Kota Kupang

Minim biaya, Penderita Hidrosefalus di Kupang Pasrah

Minim biaya, Yuanita Banamtuan Penderita Hidrosefalus di Kota Kupang Hanya Pasrah

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kondisi Yuanita Banamtuan penderita Hidrosefalus atau penumpukan cairan dalam rongga fertikel otak terbaring di kediamannya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Yuanita Banamtuan terbaring tak berdaya dalam sebuah kontrakan reot berukuran 3x3 meter, di jalan Suratim, RT 05 RW 13, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Balita malang berusia empat tahun itu menderita Hidrosefalus atau penumpukan cairan dalam rongga fertikel otak.

Yuanita diasuh sendiri oleh sang nenek Yane Selan (65), setelah ditinggal merantau oleh ayah dan ibunya yang kini tak lagi berkabar sejak Yuanita berusia satu tahun.

Tiga bulan terakhir ibu kandung Yuanita sudah tidak memberi kabar, serta menafkahi dia dan neneknya.

Baca juga: Bripka Heru Asal Ende Jatuh Hati Pada Bocah Penderita Hidrosefalus

Kehidupan nenek Yane Selan dan bocah Yuanita Banamtuan sungguh memperihatinkan.

Mereka berdua bergantung pada belas kasih kerabat, serta tetangga.

Dengan berurai air mata, nenek Yane menceritakan kisah pilu Balita Yuanita.

"Waktu lahir Dia (Yuanita) normal tapi kepala lembek seperti tidak ada tulang," kata Yane, Sabtu (9/10/2021).

Saat Yuanita berumur dua bulan, ukuran kepalanya mengalami perubahan.

"Dia menangis terus dan kepalanya mulai tambah besar," ungkap nenek Yane.
Karena tidak memiliki biaya, sakit yang diderita bayi Yuanita tidak segera ditangani.

Baca juga: Kisah Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Ende: Kristo Panik Kondisi Putra Tiba-tiba Memburuk

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved