Breaking News:

PON XX Papua 2021

Kempo NTT Hadapi Tantangan Berat

Target tujuh medali emas minimal sama seperti raihan pada PON XIX Jawa Barat 2016 nampaknya akan sulit diraih tim kempo NTT.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
pos kupang/sipri seko
Peraih medali perak nomor embu berpasangan putri 1 Dan, Fitri Huki, Inki Pinis. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Target tujuh medali emas minimal sama seperti raihan pada PON XIX Jawa Barat 2016 nampaknya akan sulit diraih tim kempo NTT. Hingga hari kedua penyelenggaraan cabang kempo di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu 10 Oktober 2021, kempo baru mempersembahkan tiga medali perak dan dua medali perunggu.

Tiga medali perak ini diraih dari nomor embu berpasangan campuran kyu kenshi, embu pasangan putra kyu kenshi dan embu pasangan putri kyu kenshi. Sementara medali perunggu diraih dari nomor embu pasangan campuran yudansha dan pasangan putri 1 Dan.

Sekretaris Umum Pengprov Perkemi NTT, George Hadjoh yang ditemui seusai pertandingan Nampak sedikit kesal karena gagal merebut medali emas. Dia mengaku heran karena para kenshi tampil bagus namun poinnya rendah. Meski demikian, dia tetap menerima hasil pertandingan tersebut.

Baca juga: Kempo Langsung Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu PON XX Papua 2021

Baca juga: Jeni ke Final, Ronal dan Zaki Terhenti, Cabang Pencaksilat PON XX Papua 2021

Oleh karena itu, George Hadjoh meminta semua masyarakat NTT sama-sama mendoakan para atlet kempo yang masih akan bertanding agar bisa merebut medali emas bagi NTT.

George mengatakan, NTT masih akan ikut di beberapa nomor pertandingan. Dia menaruh harapan agar di nomor embu, para kenshi NTT bisa lebih baik untuk mempersembahkan medali emas bagi NTT.

Ketua Pengprov Perkemi NTT, Esthon Foenay tidak bisa menahan rasa kecewanya atas hasil yang dicapai atlet NTT di PON XX Papua 2021. Ditemui seusai menyaksikan pertandingan di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Papua, Esthon meminta PP Perkemi untuk mengevaluasi para wasit dan juri yang memimpin pertandingan di PON XX Papua 2021.

“Ini bukan karena kita kalah. Tapi semua orang melihat. Orang yang tidak mengerti kempo saja bisa melihat bagaimana penampilan semua peserta di lapangan. Itu yang membuat saya kecewa,” kata Esthon.

Esthon mengatakan, fakta menunjukkan untuk perlu dicermati dengan baik, siapa yang berkualitas. Siapa yang pantas mendapatkan hasil yang terbaik. “Jangan sampai ada kecenderungan-kecenderungan lain. Ini yang akan melunturkan prestasi dan kualitas olahraga kempo di Indonesia,” kata Esthon.

“Fakta yang ada, juara dunia yang mengalahkan sekian banyak negara, malah di PON ini kalah. Kita semua melihat dengan otak dan hati. Bagaimana teknik penilaiaan seperti itu. Tapi karena itu sudah diupacarakan, maka kita harus terima,” kata Esthon. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved