Breaking News:

Berita Kota Kupang

Ortu Menghilang, Anak 4 Tahun di Kupang Derita Hidrosefalus Butuh Bantuan

penderita gizi buruk, termasuk keluarga bayi Yunita tidak terdata sebagai penduduk di Kota Kupang.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Yuanita Banamtuan (terbaring) dan neneknya Yane Selan (duduk) 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Nahas menimpa Yuanita Banamtuan, anak berusia 4 tahun di jalan Suratim, RT 05 RW 13, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Yuanita hanya bisa terbaring tak berdaya ketika awak media menyambangi sebuah kontrakan reot berukuran 3x3 meter.

Diumur belia itu, Yuanita menderita hidrosefalus, penyakit yang disebabkan penumpukan cairan dalam rongga fertikel otak.

Disaat berjuang dengan penyakit ini, Yuanita hanya diasuh neneknya, Yane Selan. Kedua orang tua Yuanita menghilang hingga saat ini sejak pamitan pergi kerja keluar negeri setahun silam.

Kehidupan nenek Yane Selan dan Yuanita sungguh memperihatinkan. Keduanya bergantung pada belas kasih dari kerabat dan tetangga. Dengan berurai air mata, nenek Yane menceritakan kisah pilu Yuanita.

"Waktu lahir Dia (Yuanita, red) normal tapi kepala lembek seperti tidak ada tulang," kata Yane.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi di Kota Kupang Dosis II 46,73 Persen

Lebih lanjut Nenek Yane mengisahkan, saat Yuanita berumur 2 bulan, ukuran kepalanya mengalami perubahan. Karena keterbatasan biaya, sakit yang diderita Yuanita tidak segera ditangani.

"Dia menangis terus dan kepalanya mulai tambah besar. Setiap saat kepalanya tambah besar. Dia tidak bisa duduk,  hanya tidur saja dan digendong," kata Yane.

Berbekal surat keterangan tidak mampu, Yuanita dioperasi pada tahun 2020. Namun setelah dioperasi tidak dilakukan perawatan lanjutan akibat ketiadaan biaya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved