Berita Malaka
Vaksinasi Rendah di Malaka Bukan Tim Nakes Malas
Kegiatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Malaka melalui Dinas Kesehatan setiap saat terus dilakukan
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kegiatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Malaka melalui Dinas Kesehatan setiap saat terus dilakukan.
Malaka merupakan salah satu kabupaten di NTT yang proses vaksinasinya sangat rendah bukan karena tenaga kesehatan (nakes) malas. Penyebabnya karena tenaga yang vaksin terbatas juga vaksin sehari 200-an dan tidak bisa sehari 1.000 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik menyampaikan ini kepada Pos-Kupang di Betun, Kamis 7 Oktober 2021.
Dijelaskan Paskalia, Vaksin pertama di Malaka baru mencapai 26.000 orang kemudian disusul vaksin kedua ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes). Saat ini upaya yang terus dilakukan yakni sosialisasikan gerakan untuk masyarakat bisa datang ke fasilitas kesehatan di puskesmas menerima vaksin.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Vaksinasi di Malaka Sudah Habiskan 37.918 Dosis
Selain itu, katanya, direncanakan dengan lintas sektor seperti sekolah, desa dan pihak lain agar warga bisa vaksin dan tim nakes siap turun melaksanakan tugas.
"Kalau sebelumnya kita dapat kuota vaksin terbatas tapi sejak alokasi vaksin meningkat sekali ambil 5.000-an kita sudah bisa pakai," katanya.
Dijelaskan Paskalia, memang hasil vaksin tidak bisa langsung tinggi karena kalau satu minggu cuma 5.000 dosis bagaimana bisa berangan-angan mencapai 100.000 dosis. Lagipulatenaga vaksin di puskesmas terbatas dimana puskesmas kecil cuma satu tenaga suntik dan kalau puskesmas besar bisa 2 tenaga yang suntik.
"Kalau sehari maksimal 1 tenaga bisa suntik paling banyak 200 orang tidak bisa 1.000 karena harus discrening dulu.Jadi bukan kami malas. Kami tetap kerja setiap hari tapi karena ketersediaan vaksin dan nakes terbatas," jelas Paskalia.
Mantan Direktris RSPP Betun ini menambahkan, awal pekan ini mereka sudah mengambil 5.000 dosis vaksin di Kupang kemudian ditambah stok yang ada bisa diselesaikan dosis kedua lalu akan dibuka kembali dosis pertama.
"Ketersediaan vaksin di provinsi setiap minggu rutin ada maka kita pakai semua. Nanti kita buka kembali dosis pertama. Dosis vaksin pertama sasaran 136.000 tapi sampai sekarang baru 37.000. Jadi saya sampaikan lagi rendah vaksin di Malaka bukan karena kami malas," tegas Paskalia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/vaksinasi-rendah-di-malaka-bukan-tim-nakes-malas.jpg)