Berita Kabupaten Kupang

PAUD MDC Kids  Melindungi Anak Melalui PATBM

Bersama desa mereka menyusun Rencana Aksi Masyarakat (RAM) yang memformulasikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/dokumen pribadi
In J. Lutuh 

Pembentukan PATBM di level desa ini mendapat sambutan positif dari pemerintah Kabupaten Kupang.

“Isu PATBM menjadi perhatian utama kami sekarang ini, setelah dibentuk 45 PATBM Desa oleh Save the Children bersama mitra. Kami mengupayakan agar 177 desa/kelurahan di Kabupaten Kupang semuanya  memiliki Tim PATBM. Jadi, sekarang, kami sementara berusaha membentuk 132 PATBM di Kabupaten Kupang dan mendukung 45 PATBM yang sudah dibentuk oleh Save the Children,” tegas Firman Cahyono, S.KM, M.Kes selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A.

Menurutnya, keberadaan Tim PATBM ini sangat membantu sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengatasi kekerasan pada anak.

Baca juga: Mahasiswa Politani Kupang Protes Kenaikan Uang Kuliah

Sementara di Tuapukan, dua tahun ini setelah pembentukannya, Ibu In dan anggota PATBM terus- menerus melakukan sosialisasi ke berbagai elemen, baik sekolah maupun masyarakat.

Dengan keanggotaannya yang representatif dari berbagai elemen, termasuk sekolah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyaraakat lain, tim ini menggunakan berbagai forum dan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan perlindungan melalui gereja maupun desa.

Masyarakat mulai terbiasa dengan kegiatan PATBM. Literasi perlindungan anak menyentuh semua level. Ada kesadaran untuk melaporkan kasus kekerasan kepada anak di desa kepada PATBM untuk ditindaklanjuti.

Satu kegiatan lain yang menarik bersama Save the Children dan CIS Timor, adalah kegiatan kelas pengasuhan positif kepada orang tua.

Sesi-sesi ini diberikan kepada orang tua untuk membantu mereka melakukan pengasuhan yang positif dan tanpa kekerasan di rumah. Orang tua yang terlibat merasa senang karena mendapatkan pengetahuan bagaimana membimbing dan mengasuh anak-anak mereka dengan kehangatan.

Baca juga: Begini Penjelasan Kadispora NTT Perihal Penjemputan Atlet Muaithay di Kupang

“Sebelum dibukanya kelas pengasuhan positif kepada orang tua di Desa Tuapukan banyak di antara kami termasuk saya mendidik  anak dengan keras, sehingga kami tidak memiliki hubungan yang dekat dengan anak. Namun,  setelah saya dan orang tua lain mengikuti kelas pengasuhan positif  yang diselenggarakan Save the Children dan Cis Timor kami semua orangtua menjadi  sadar dan bersyukur, karena dengan kelas pengasuhan positif kami sadar dan mengerti cara mengasuh anak dengan baik dan benar tanpa dengan kekerasan dan juga kami lebih dekat dengan anak kami,” ungkap Marianus Tateni (45 tahun).

Kegiatan kelas pengasuhan ini mendapatkan respons luar biasa dari masyarakat. Atas inisitatif PATBM Desa Tuapukan bersama PPA IO0461MDC Tuapukan dan PAUD MDC Tuapukan, kegiatan ini diadopsi untuk menjangkau lebih banyak orang tua.

Perluasan kegiatan ini direncanakan menjangkau 190 orang tua. Pemerintah Desa Tuapukan juga mendukung kegiatan PATBM dengan merencanakan alokasi dana desa untuk kegiatan PATBM. Seperti yang disampaikan PelaksanaTugas (Plt)  Kepala Desa Tuapukan,  Umar Imran (50 tahun).

Dukungan anggaran dari Pemerintah Desa Tuapukan sedang dimasukan usulan dalam Musrembangdes Tuapukan, sebagai program prioritas yang dianggarakan pada Tahun 2022 realisasinya.

Dengan adanya dukungan finansial dari Pemerintah Desa Tuapukan ini kami berharap eksistensi PATBM dalam memperjuangkan hak dan perlindungan anak semakin maju dalam mengimplemntasikan program.

Usulan anggaran dana desa untuk menyuport kegiatan PATBM tersebut rupanya disambut baik oleh Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kupang.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved