Breaking News:

Berita TTU

Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Beri Pelatihan Bagi Pelaku UMKM di TTU

Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Beri Pelatihan Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten TTU

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Pose Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Drs. Ady Endezon Mandala, M.Si, Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten TTU, Frans Tuames saat menghadiri kegiatan pelatihan, Kamis, 07/10/2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT menggelar Pelatihan Desain Kemasan Garam bagi para pelaku UMKM di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Kegiatan yang diberlangsung di Hotel Ariesta, Jalan Basuki Rachmat, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, dilaksanakan selama 2 hari terhitung, Rabu, 6 Oktober hingga Kamis, 7 Oktober 2021.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Drs. Ady Endezon Mandala, M.Si, Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten TTU, Frans Tuames.

Sebanyak 20 orang yang terdiri dari para pemilik Usaha Kecil Mikro maupun usaha yang sedang berjalan khususnya bagi pelaku usaha tambak garam turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Baca juga: UMKM Perempuan Didorong agar Bangkit, Tangguh, dan Naik Kelas. Simak Penegasan Menko Airlangga

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Drs. Ady Endezon Mandala, M.Si mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya adalah kemasan yang kurang menarik.

Kendala ini, secara kasat mata tidak disadari oleh sebagian besar pelaku UMKM di NTT. Para pelaku UMKM, ucapnya, tidak sadar atau kurang memahami bahwa kemasan yang baik dan menarik akan mendatangkan nilai pada produk yang akan dipasarkan.

Menurut Ady Mandala menjelaskan, masih banyak produk-produk olahan yang dihasilkan pelaku UMKM belum memperhatikan kemasan produknya.

Baca juga: BEI Luncurkan Kebijakan Layanan 80 Persen bagi UMKM

Hal ini berdampak pada tidak terjualnya produk di pasaran atau kurang diminati pembeli karena tidak ditunjang oleh kemasan yang menarik.

Selain itu, pelaku UMKM juga tidak mengetahui secara pasti tempat yang memproduksi kemasan yang menarik.
Pasalnya, tidak adanya unit usaha yang melayani pembelian kemasan dalam partai yang kecil. Di sisi lain, pelaku UMKM sangat skeptis terhadap tujuan pemilihan kemasan atas hasil produksi.

Lebih daripada itu Ady juga menjelaskan bahwa, Produk Garam di NTT adalah salah satu komoditi strategis yang menjadi bahan baku industri dan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dengan kadar Natrium Klorida (NaCI) di atas 95 persen dan menjadi potensi produk nasional di Indonesia.

Ia menambahkan, tujuan dari pemberdayaan tersebut yakni; menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan UMKM untuk berkarya dengan prakarsa sendiri, dan berkeadilan pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengan kebutuhan pasar lokal maupun nasional, serta perencanaan pelaksanaan dan pengendalian secara terpadu dan terarah.

Pada momen yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten TTU, Bernadus Totnay, S.Sos dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas, Frans Tuames, menjelaskan, UMKM memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan.

"Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi pelaku UMKM berkaitan dengan desain kemasan produk sehingga mampu bersaing di pasaran,"tutup Frans (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved