Breaking News:

Kabupaten Ende

Wabup Ende, Birokrasi “Ngao” dan Investasi Politik

Ende telah memiliki dua bakal calon wakil bupati yaitu Erikos Emanuel Rede dan Dominikus Minggu Mere. Siapakah di antaranya lebih layak dipilih?

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Steph Tupeng Witin 

Wabup Ende, Birokrasi “Ngao” dan Investasi Politik

Oleh Steph Tupeng Witin

Penulis, Jurnalis, Pegiat Literasi

POS-KUPANG.COM - Tarik tambang kepentingan dan gerakan politik menemukan sosok pendamping Bupati Ende, saat ini memasuki masa krusial. Gonjang-ganjing politik pada internal kubu koalisi pengusung paket MJ telah berakhir dengan hadirnya 2 nama bakal calon yaitu Erikos Emanuel Rede (Wakil Ketua DPRD Ende 2019-2024) yang diusung Partai Nasdem dan Dominikus Minggu Mere (Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT), calon yang dijagokan Partai Golkar.

Kemunculan kedua figur ini tentu sudah diprediksi oleh banyak kalangan di bumi kelimutu sejak Partai Koalisi memulai “proses tarik tambang politik kepentingan.”  

Pertarungan kepentingan dalam arena tarik tambang kepentingan mengusung wakil bupati yang menguras banyak energi dan uang pelumas kursi hotel memunculkan pertanyaan krusial: Sepenting apa peran wakil bupati?

Bukankah pengalaman pemerintahan di banyak daerah di Indonesia menunjukkan bahwa wakil bupati tidak lebih dari sosok pelengkap bupati dan sekadar memenuhi strategi politik akomodasi saat memenangkan Pilkada?

Belum lagi dengan sederet pengalaman pecah kongsi antara keduanya di tengah perjalanan masa kekuasaan yang berdampak pada terbelahnya masa pendukung dan bahkan aparat birokrasi.

Dalam konteks ini, rakyat Ende bisa berkaca pada fakta kepemimpinan di Kabupaten Lembata.

Dalam banyak aspek, kedua kabupaten ini memiliki banyak kesamaan yang bisa kita padatkan dalam dua kata: salah urus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved