Breaking News:

Berita Kota Kupang

Melalui SMK PP, Kementan Jadikan Anak-Anak Sumba Pemeran Utama di Food Estate

ketika beberapa alumninya bisa menciptakan lapangan kerja dengan menjadi petani milenial yang sukses secara finansial

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Foto bersama di SMK PP Negeri Kupang 

Melalui SMK PP, Kementan Jadikan Anak-Anak Sumba Pemeran Utama di Food Estate

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kementerian Pertanian akan memaksimalkan program Food Estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kementan pun akan melibatkan anak-anak Pulau Sumba dengan memanfaatkan peran SMK PP Negeri Kupang

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Kementan juga menyiapkan sekolah-sekolah vokasi untuk mendukung regenerasi petani muda.

"Dalam pendidikan vokasi tersebut juga mengimplikasikan teknologi dan mekanisasi alat pertanian yang mutakhir. untuk menarik minat generasi muda," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembanga SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan jika Kementan melalui BPPSDMP akan terus berupaya meningkatkan regenerasi petani.

"Hal ini dilakukan karena salah satu hal penting pengungkit produktivitas pertanian adalah SDM. Untuk itu, SDM perlu untuk terus ditingkatkan secara berkelanjutan agar sektor pertanian semakin bergerak maju, mandiri dan modern," katanya.

Baca juga: Semangat Luar Biasa, SMK PP Negeri Kupang Tetap Produktif Laksanakan Praktik Kerja Lapang

Ikut termotivasi, SMK PP Negeri Kupang, yang merupakan salah satu UPT di bawah BPPSDMP, melakukan kolaborasi dengan SMK N 1 Waibakul di Sumba Tengah, NTT.

Kepala SMK PP N Kupang, Stepanus Bulu, mengajak Plt Kepala SMK N 1 Waibakul, Nicholas Djawa, untuk bersama-sama mengajak para generasi muda supaya lebih mencintai pertanian.

“Target setelah lulus tidak seperti masa lampau yang setelah lulus jadi ASN, tapi para generasi muda (siswa-siswi) harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi wirausahawan muda dalam bidang pertanian,” ajak Stepanus kepada Nicholas.

Stepanus memberikan contoh nyata ketika beberapa alumninya bisa menciptakan lapangan kerja dengan menjadi petani milenial yang sukses secara finansial hingga memberdayakan masyarakat sekitar.

Tercatat ada 6 alumni yang sukses berusaha pisang Cavendish hingga menembus supermarket, petani hortikultura dan jamur dengan omzet puluhan juta rupiah, hingga peternak babi yang bisa menjual semen babi untuk bahan inseminasi buatan.

“Memang sulit untuk mengajak anak-anak muda ini supaya mengubah pola pikir mereka dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, tapi kalau seluruh civitas di sekolah bekerja sama dengan cinta dan kasih, maka hal tersebut tidaklah sulit,” tegas Stepanus.

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMK-PP Negeri Kupang Lakukan Asesmen Nasional Bagi Siswa-Siswi

Nicholas pun menyambut hal tersebut dengan antusias dan akan terus memacu para murid dan guru-guru di sekolahnya untuk mencintai pertanian.

“Kami akan berusaha dengan ikhlas untuk mengajak anak-anak mencintai pertanian bahkan bisa menciptakan lapangan kerja dari pertanian. Kami ingin anak-anak Sumba Tengah yang menjadi pemeran utama di Kawasan Food Estate di Sumba Tengah sebagai lumbung pangan di Indonesia. Memang susah, tapi Yakin bisa,” tutup Nicholas.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved