Breaking News:

Berita Kota Kupang

Mahasiswa Politani Kupang Protes Kenaikan Uang Kuliah

Puluhan mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang demonstrasi di kampus, Rabu 6 Oktober 2021

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
AKSI - Mahasiswa Politani Negeri Kupang aksi, Rabu 6 Oktober 2021 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Puluhan mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang demonstrasi di kampus, Rabu 6 Oktober 2021. Mereka mendesak pihak kampus segera melengkapi fasilitas dan peralatan praktik, tidak menaikkan uang kuliah tunggal ( UKT) serta segera melaksanakan kuliah offline.

Peserta aksi juga mendesak Direktur Politani Negeri Kupang tidak memimpin secara otoriter untuk menutupi persoalan yang terjadi di kampus.

Ketua Bidang Advokasi Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Yufen Ernisto Bria menerangkan, aksi itu bertujuan untuk menolak kenaikan UKT, melengkapi fasilitas seperti toilet, LCD dan bahan praktik.

"Kami setiap tahun, semester lancar memenuhi kewajiban kami sebagai mahasiswa sedangkan hak kami diabaikan lalu kami mau praktek seperti apa. Kami akan melakukan perlawanan karena direktur menunjukan kepemimpinan yang otoriter dan anti kritik serta mengabaikan kepentingan mahasiswa," katanya.

Baca juga: Kampus Politani Negeri Kupang Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Mahasiswa dan ASN

Yuven menjelaskan, ditengah kondisi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, Politani mengeluarkan kebijakan atau regulasi secara sepihak yang bertentangan dengan pendapatan ekonomi orang tua mahasiswa.

Kebijakan tersebut yakni kenaikan UKT dari kategori 3 (tiga) ke kategori 4 (empat) dengan rinciannya sebagai berikut: golongan satu Rp 500 ribu, golongan dua Rp 1 juta, golongan tiga Rp 1,5 juta dan golongan empat Rp 2 juta.

Di tengah kenaikan UKT tersebut, pihak kampus tidak mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dalam hal ini, ketersediaan bahan praktik, WC dan jaringan Wi-Fi sebagai penunjang perkuliahan mahasiswa, dan minimnya ketersediaan air bersih di lahan praktik maupun di WC dan kamar mandi.

Menurut Yufen, penentuan besaran UKT juga tidak objektif karena hanya sebatas formalitas namun lebih mengutamakan kedekatan dan kekeluargaan.

Baca juga: Kampus Politani Negeri Kupang Gelar Orientasi Mahasiswa Baru Secara Online

"Terbukti banyak mahasiswa yang orantuanya pegawai atau pengusaha namun jumlah UKT lebih rendah dari mahasiswa yang benar-benar kurang mampu," ungkapnya.

Direktur Politani Negeri Kupang Thomas Lapenangga mengaku sudah mendapat pemberitahuan sebelumnya dan sempat meminta untuk melakukan diskusi namun upaya tersebut tidak terwujud.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved