Breaking News:

Berita Kota Kupang

Yuk, Tampil Anggun dengan Dress Tenun Sederhana 

Setiap tarikan dan hentakan dari peralatan tenun baginya terdengar seperti melodi apalagi di kampung yang masih jauh dari hiruk pikuk

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Leony Maria dalam Balutan dress tenun dan kain tenun 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Siapa bilang tampil anggun harus dengan pakaian bermerk dan mahal? 

Cukup dengan kain tenun yang dimodifikasi jadi dress sederhana kamu bisa tampil anggun karena kain tenun sendiri adalah kekayaan budaya yang dikenakan dalam bentuk apa saja tetap akan terlihat anggun.

Dipakai langsung seperti ibu - ibu pada zaman dahulu, dimodifikasi menjadi gaun - gaun glamour, atau cukup dijahit dengan model yang cukup sederhana, kain tenun tetap memberi kesan anggun dan elegan terlepas dari siapa yang memakainya. 

Jika dipadupadankan dengan baik, setiap orang akan terlihat anggun. Karena kesannya yang anggun kebanyakan orang hanya memakai baik kain tenun utuh maupun yang sudah dimodifikasi hanya untuk kegiatan - kegiatan tertentu. 

Meskipun saat ini pemerintah sudah menggalakkan pemakaian kain tenun, tetap saja jarang ada yang memakai kain tenun sebagai pakaian sehari - hari. 

Salah satu anak muda asal Kabupaten Belu, Leony Maria mengaku sangat menyukai tenun sehingga sering memakainya di berbagai kesempatan seperti mengikuti misa di gereja maupun kegiatan lain. 

Baca juga: SkolMus Buka Bilik Migran, Nonton Film Kisah Pilu PRT di Kota Kupang

Karena profesinya adalah seorang guru, dia juga sering memakai tenun ke sekolah.

"Sekolah memang mewajibkan guru dan tenaga pendidik untuk memakai tenun setiap hari Kamis minggu kedua dan keempat," kata Leony Sabtu, 2 Oktober 2021.

"Dan juga setiap kali ada acara besar di sekolah seperti Hari Guru atau 17 Agustus selalu pakai kain adat (tenun). Acara kelulusan kelas VI kemarin juga pakai kain adat," lanjutnya. 

Sebagai anak muda, Leony mengaku bangga dengan tenun terutama dari daerahnya karena dari kecil selalu melihat ibu - ibu memakai tenun dan menurutnya mereka terlihat cantik dan berbeda ketika tampil berbalut kain tenun. 

Meski berprofesi sebagai guru, Leony mengakui di dalam hatinya ada niat ingin belajar menenun karena menurutnya sangat menarik. Setiap tarikan dan hentakan dari peralatan tenun baginya terdengar seperti melodi apalagi di kampung yang masih jauh dari hiruk pikuk kendaraan. 

"Kalau tenun kan kita akhirnya jadi tahu motif ini filosofinya apa, terus prosesnya itu yang membuat saya sangat menghargai tenun. Saya pernah belajar tapi cuma menenun selendang kecil. Itu tidak terlalu sulit hanya sekarang sudah agak lupa, sepertinya harus belajar lagi," ujarnya.

Baca juga: Simak Info Perkembangan Data Vaksinasi di Kota Kupang

"Karena belum bisa belajar lagi saat ini bisa pakai saja sudah senang. Ini kalau bisa dibilang, salah satu impian masa kecil saya karena saya selalu bermimpi memakai tenun seperti mama - mama dulu," pungkasnya.(*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved