Breaking News:

Berita Kota Kupang

SkolMus Buka Bilik Migran, Nonton Film Kisah Pilu PRT di Kota Kupang

SkolMus Kupang bekerja sama dengan Biennale Jogja membuka bilik migran di Kota Kupang menampilkan kisahPembantu Rumah Tangga ( PRT)

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
FILM - Bilik migran dari SkolMus mengajak warga untuk menyaksikan kisah pilu pembantu rumah tangga di Kota Kupang berlangsung di pelataran pantai warna Oesapa, Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM-SkolMus Kupang bekerja sama dengan Biennale Jogja membuka bilik migran di Kota Kupang dengan menampilkan kisah-kisah para Pembantu Rumah Tangga ( PRT) yang kerap mendapat hak tak layak sewaktu bekerja memenuhi kebutuhan hidup.

Bilik migran dari SkolMus berlangsung di pelataran pantai warna Oesapa, Kota Kupang sejak tanggal 29 September -1 Oktober 2021. Lokasi ini dipilih sebab banyak warga berada di situ untuk mengisi waktu usai bekerja seharian.

Terdapat tiga bilik migran dilengkapi laptop dan earphone. Desain bilik pun tampak sederhana, dibaluti kain hitam dengan satu buah lampu sorot menghadap ke arah bilik. Di pintu masuk bilik, terdapat topeng yang berada tepat dibagian atas bilik.

Pengunjung yang hendak menyaksikan kisah PRT ini, diarahkan tim SkolMus menuju ke bilik dan diputarkan film yang mengambil kisah PRT di Kota Kupang.

Baca juga: Pembantu Rumah Tangga Ini Kaget, Diberi Hadiah Rumah Mewah 2 Lantai Oleh Majikan, Sang Artis Beken

"Kegiatan ini adalah bilik migran, dimana dia lebih mengangkat isu-isu migran yang ada di Kota Kupang," kata pelaksana kegiatan, Frengki Lollo, Jumat 1 Oktober 2021.

Dia menerangkan, kegiatan yang didanai Biennalae Jogja dan donatur dari Jerman ini merupakan doking program. Isu PRT dipilih karena isu ini telah mengglobal. Meski dibicarakan hingga ke tingkat dunia, isu PRT di sekitar sering tak diketahui banyak orang.

Melalui konsep melihat lebih dekat PRT di Kota Kupang, Frengki menyebut memang masih banyak hak-hak PRT di Kota Kupang belum terpenuhi secara layak. Beban kerja dan upah yang tak setimpal, juga ditemukan dalam hasil penelusuran bersama timnya.

Selain itu, kekerasan seksual dan kekerasan lain juga sering ditemui. Semua kisah itu didapati di Kota Kupang. Baginya, hak PRT harus dipenuhi oleh pemberi kerja, terkhusus masyarakat Kota Kupang.

Baca juga: TAK DISANGKA, Dulu Jadi Pembantu Rumah Tangga atau ART, Kini Bergelimang Harta, Kaya Raya & Terkenal

"Sesama kita sendiri memperlakukan orang kita dengan tidak baik, apalagi dengan orang luar. Kita lihat human trafficking di luar itu karena orang memperlakukan orang kita dengan tidak baik, tetapi kalau kita juga perlakukan mereka dengan baik, menurut saya itu pantas orang kita keluar dari tempat ini," jelasnya.

Dengan perlakuan serupa dari orang-orang di daerah ini seperti ditempat lain di luar, Frengki menegaskan, justru sangat miris. Untuk itu, dengan pemutaran film melalui bilik migran ini diharapkan hak PRT tetap diterima dengan layak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved