PON Papua

Yuliana Rebut Medali Perunggu dari Wushu

Atlet wushu NTT, Yuliana Dewa akhirnya mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen NTT

Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Atlet NTT, Erna Tamu Ina saat melawan DKI Jakarta, Amanda Loupati di GOR Dispora Merauke. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA  - Atlet wushu NTT, Yuliana Dewa akhirnya mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen NTT. Raihan medali perunggu ini dipastikan Yuliana setelah dalam babak semifinal yang berlangsung  di GOR Dispora Merauke, Papua, Jumat 1 Oktober 2021, kalah angka dari atlet Jawa Tengah, Thania Kusumaningtyas.

Tampil di kelas 60 sanda putri, Yuliana sebenarnya diharapkan bisa melenggang ke babak final. Kematangannya dengan latihan dan uji tanding selama pemusatan latihan yang dilakukan di luar NTT, diyakini akan membuat Yuliana mampu mampu memenangkan pertarungan.

Kedua atlet Nampak bertarung dengan cukup berimbang. Yuliana yang didampingi sang pelatih, Bayu dan manager, Indra Efendy akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya.

Dengan demikian, NTT yang membawa dua atlet putri dari cabang wushu akhirnya mampu mempersembahkan satu medali perunggu bagi NTT. Dengan demikian, hingga saat ini NTT sudah mengantongi satu medali perak dari cabang cricket dan perunggu dari wushu.

Baca juga: Susanti Siap Persembahkan MedalI Emas Bagi NTT, Lolos ke Final Wushu PON XX Papua 2021

“Terima kasih atas dukungan dari pemerintah, KONI NTT dan seluruh masyarakat NTT. Kami hanya bisa mempersembahkan medali perunggu bagi NTT. Anak-anak sudah berjuang maksimal. Semoga ini menjadi motivasi bagi kami agar terus berkembang di waktu yang akan datang,” kata Indra Efendi.

Sebelumnya, diberitakan, harapan NTT untuk meraup medali dari cabang wushu kelas 52 kg kandas. Atlet NTT, Erna Tamu Ina kalah dari atlet DKI Jakarta dalam pertandingan di Merauke, Kamis 30 September 2021. Dalam pertandingan ini, Erna tampil percaya diri. Dia berusaha untuk mengimbangi atlet DKI Jakarta, Amanda Loupati. Namun Erna bukan lawan Amanda.

Erna akhirnya mengalami cedera di bagian hidung. Sang pelatih, Bayu yang melihat Erna banyak mengucurkan darah berusaha untuk menghentikan pertandingan. Tim medis di pinggir lapangan menyarankan Erna untuk berhenti bertanding, tapi Erna tetap bertekad untuk terus bertanding hingga selesai.

" Setelah pertandingan kami memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter pertandingan. Menurut hasil pemeriksaan dokter ada fraktur tulang hidung yang harus di rujuk ke RSUD Merauke, " kata Manager Wushu NTT, Indra Efendy.

Baca juga: Mahfud MD Jamin Pembukaan PON XX Papua oleh Presiden Jokowi Akan Lancar, Diantisipasi Berlapis

Pukul 16.00 WIT setelah tiba di RSUD Merauke dan dilakukan rontgen. Dokter Bedah Umum menyarankan untuk dilakukan reposisi tulang hidung, dan pada pukul 19.00 WIT reposisi sudah berhasil dilaksanakan.

"Menurut dokter bahwa kemungkinan tulangnya sudah stabil dan harus menunggu observasi sampai dengan 6 jam dihitung dari pertama datang setelah itu baru diijinkan pulang apabila tidak ada gejala lain yang timbul. Sampai saat ini saya masih menunggu hingga dengan pukul 22.00 WIT untuk menunggu hasil observasi tersebut," kata Indra.  (eko)

Baca Berita PON Papua Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved