Breaking News:

Berita Malaka

Menyedihkan, Usulan 4 Kades di Kecamatan Weliman Soal Drainase Diduga  "Lenyap di Perjalanan"

Usulan 4 kepala desa (kades) di Kecamatan Weliman  yang merupakan rekomendasi pada musrenbangdes soal drainase tidak diketahui rimbanya alias "lenyap

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/DION KOTA
Virgilius Tahu Nahak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Usulan 4 kepala desa (kades) di Kecamatan Weliman  yang merupakan rekomendasi pada musrenbangdes soal drainase tidak diketahui rimbanya alias "lenyap di perjalanan".

Pasalnya, sejak tahun 2018 sampai 2021 para kades di Lamudur, Angkaes, Wederok dan Forekmodok mengusulkan agar dibuatkan drainase di jalur jalan kabupaten yang menghubungkan empat desa tersebut. 

Wilayah ini saban tahun mengalami dampak bencana banjir yang menggenangi rumah dan lahan pertanian.

Kepala Desa (Kades) Wederok,  Virgilius Tahuk Nahak, S.Pd mewakili rekan kades lainnya menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat 1 Oktober 2021.

Baca juga: Mahfud MD Jamin Pembukaan PON XX Papua oleh Presiden Jokowi Akan Lancar, Diantisipasi Berlapis

Dikatakan Virgilius, persoalan utama yang kerap menjadi pengeluhan warga bukan saja di Desa Wederok tetapi tiga desa lain seperti Lamudur,  Forekmodok dan Angkaes adalah luapan banjir. Aliran banjir menggenangi rumah warga termasuk lahan pertanian.

Terhadap kondisi ini, lanjut Virgilius, usulan yang saban tahun disampaikan pada Musrenbangdes pada 4 desa yang ada cuma pembuatan drainase. Tidak ada usulan lain dan ini diusulkan sejak Musrenbangdes tahun 2018 hingga 2021 ini.

"Wilayah empat desa ini setiap tahun jadi langganan luapan banjir. Setiap kali musrenbangdes kami empat desa bertetangga ini usulan cuma satu buatkan drainase. Apalagi yang hadir pejabat dari kecamatan juga kabupaten tapi kami tidak tahu usulan itu mengendap dimana," katanya.

Menurut Virgilius, mereka tidak mengetahui secara jelas mana yang menjadi skala prioritas perhatian pemerintah terhadap usulan-usulan dari musrenbangdes. Namun yang menjadi pertanyaan, selama kurun waktu 4 tahun berturut-turut dengan agenda satu usulan soal drainase tidak diketahui rimbanya.

"Kami tidak tahu apakah usulan kami di musrenbangdes itu terhambat atau dihambat. Alur jelas kami di tingkat desa usulkan di musrenbangdes kemudian dibawa ke musrenbang kecamatan  lalu musrenbang kabupaten. Proses perjalanan ini entah lenyap dimana kami tidak tahu," ujar Virgilius.

Untuk diketahui, 4 wilayah ini merupakan daerah potensial pertanian dan perkebunan. Potensi yang dikembangkan selain padi juga jagung, ubi kayu, pisang dan holtikultura.(*)

Berita Malaka Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved