Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Save the Children-Aliansi PKTA Terbitkan Buku Bertema Anak

harapan besar ke depan, yakni menyiapkan masa depan bagi anak-anak dengan baik. Jangan  melukai hati anak seperti  mengasari

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Foto Bersama Anggota Aliansi PKTA NTT foto bersama tokoh lima agama, Kabid Bimas Kristen Kanwil Depag NTT, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PPPA Provinsi NTT dalam acara Gebyar Hari Anak Dunia, tanggal 30 November 2020. 

Save the Children-Aliansi PKTA Terbitkan Buku Bertema Anak

POS KUPANG.COM-- Yayasan  Save the Children dan Aliansi  Penghapusan Kekerasan  Terhadap Anak (PKTA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  akan segera menerbitkan sebuah buku berjudul, NTT Satu dalam Keberagaman, Sebuah Upaya untuk Melindungi Anak.

Sesuai dengan jadwal, buku yang memuat  sekitar 20 karya putra dan putri NTT itu akan terbit pada awal Oktober 2021.

"Tulisan atau karya itu sudah final. Ada sekitar 200 halaman. Saat ini kami sedang persiapkan untuk penerbitan buku. Semoga buku ini dapat disebarluaskan kepada khalayak," kata Ketua Tim Penulis Buku, Yahya Ado kepada Pos Kupang di Kupang, Selasa 28 September 2021. Sesuai rencana, kata Yahya, buku ini akan diedarkan ke berbagai pihak  seperti ke rumah-rumah ibadah, sekolah-sekolah dan taman bacaan di NTT.

Prolog buku ini kata Yahya, dilakukah oleh tim penulis sedangkan epilog oleh  Pendeta Dr. Mery Kolimon. Para penulis kata dia,  berasal dari tokoh agama,  akademisi, pekerja sosial dan wartawan.       

Yahya mengatakan, ada tiga subtema yang diangkat pada buku ini. Pertama, Hidup Rukun dalam Keluarga. Kedua, Rumah Ibadah Ramah Anak dan ketiga, Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Upaya Melindungi Anak. 

Buku ini kata Yahya akan memberikan banyak perspektif, pesan, nilai, pengalaman dan informasi terkini tentang persoalan- persoalan yang dihadapi anak.

Baca juga: Pemprov NTT Lepas Kontingen PON XX Papua 

"Lahirnya buku ini berangkat dari  kegelisahan  atas kekerasan anak  di NTT yang cukup tinggi. Karena NTT ini sungguh beragam, maka keberagaman ini  punya kekuatan  untuk berupaya  melindungi  anak," kata putra Adonara ini. 

Karena itu Yahya mengatakan,  harapan besar ke depan, yakni menyiapkan masa depan bagi anak-anak dengan baik. Jangan  melukai hati anak seperti  mengasari, mengejek, menista atau menyiksanya.   

"Kita perlu memberi ruang seluas-luasnya kepada anak untuk berkehendak bebas tanpa tekanan. Ia harus lepas. Omong tentang anak sesungguhnya omong tentang cinta kasih," katanya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved