Berita Manggarai Timur

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur Pantau Lahan Untuk Dijadikan Kebun Contoh Kopi

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum dan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur, Drs Jaghur Stefanus, memantau lahan

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Bupati dan Wabup Manggarai Timur saat memantau lahan yang akan dijadikan kebun kopi percontohan . 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum dan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur, Drs Jaghur Stefanus, memantau lahan yang nantinya akan menjadi kebun contoh tanaman kopi, Selasa 28 September 2021.

Lahan yang disediakan itu berlokasi di Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, dengan luas 10 hektar milik Keuskupan Ruteng.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, mewakili pihak Keuskupan Ruteng, Romo Robertus Pelita Pr, Camat Lamba Leda Selatan, Alvian Yoran Nengkos, Pemimpin Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI A-385, Jener Alison Bana, Tim dari Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakau, Jember dan para petani setempat.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, Kabupaten Manggarai Timur adalah salah satu penghasil kopi di Provinsi NTT dengan luas lahan kopi 27.877,73 hektar yang terdiri dari kopi Arabika seluas 9.449,13 hektar dan robusta 18.428,60 hektar. Sedangkan produksi kopi mencapai 8.668,87 ton terdiri dari produksi kopi Arabika 2.617,81 ton dan kopi robusta 6.051,06 ton dengan rata-rata produktivitas kopi Arabika 422 Kg/hektar dan kopi robusta 425 kg/hektar.

Untuk total tanaman kopi yang sudah tua atau sudah rusak, jelas Bupati Agas, mencapai 681,29 hektar yang terdiri dari kopi arabika seluas 275,93 hektar dan kopi robusta seluas 405,36 hektar. Karena itu layak dilakukan kegiatan rehabilitasi atau peremajaan.

Bupati Agas juga menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020, data cadangan untuk potensi pengembangan tanaman kopi seluas 4.892 hektar dengan rincian kopi arabika seluas 3.567 hektar dan robusta seluas 1.325 hektar.

Menurut Bupati Agas, rendahnya produksi, produktivitas serta mutu hasil komoditas kopi karena sebagian tanaman kopi sudah tua, teknis budidaya dan penanangan pascapanen tidak sesuai SOP, sarana usaha tani dan prasarana pascapanen belum memadai. Sementara potensi tanaman perkebunan di Kabupaten Manggarai Timur sangat besar, namun tidak seimbang dengan pengelolaan baik dari hulu sampai hilir dan juga keterbatasan sumber daya manusia, sehingga belum ada dampak kesejahteraan yang cukup signifikan yang dirasakan oleh para petani khususnya petani kopi.

Selain itu, terbatasnya kemitraan antara pengusaha atau industri dengan petani perkebunan, akses permodalan masih terbatas dan kapasitas kelembagaan petani masih rendah.

Untuk mengatasi masalah itu, kata Bupati Agas, pemerintah mengadakan kebun percontohan kopi khususnya kopi arabika. Kebun percontohan itu disiapkan di lahan milik Keuskupan Ruteng dengan luas yang ditargetkan sekitar 10 hektar.

"Jadi khusus untuk kebun contohnya saja seluas 10 hektar yang ditargetkan. Sedangkan total keseluruhanya ditargetkan 300 hektar kebun kopi, karena itu kita akan kembangkan juga di lahan milik masyarakat petani di sekitar ini,"jelasnya.

Dikatakan Bupati Agas, penanaman anakan pohon kopi akan dimulai pada bulan Desember 2021 pada saat musim hujan dengan jumlah anakan kopi yang sudah disiapkan sebanyak 50.000. Sedangkan persiapan lahan untuk kebun contoh sudah mencapai 60 persen.

"Jadi hari ini kami datang melihat proyek kebun contoh kopi arabika di lahan milik Keuskupan Ruteng. Kita juga akan kembangkan di lahan milik masyarakat sekitar dengan total 300 hektar untuk kebun kopi,"ungkapnya.

"Prosesnya akan dimulai dari hulu sampai hilir dengan menggunakan pola tanam yang baik dan pengolahan pasca panen kopi juga dengan menggunakan teknologi yang baik,"tambahnya.

Bupati Agas juga mengatakan, tujuan diadakannya proyek kebun contoh ini menjadi tempat belajar petani dalam membudidayakan kopi yang baik. Meningkatkan produksi, produktivitas serta mutu hasil komoditas kopi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Selain itu juga untuk mendatangkan devisa jika kopi berhasil diekspor ke luar negeri, menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pariwisata sebab lokasi perkebunan kopi ini nantinya akan dijadikan lokasi agrowisata kopi.

Adapun dalam kesempatan itu juga, selain memantau lahan yang akan dijadikan kebun contoh kopi, juga Bupati dan Wabup Manggarai Timur juga melihat proses penggalian lubang tanah untuk penanaman bibit kopi menggunakan mesin bor, menyerahkan bantuan bibit hortikultura untuk kelompok tani dan juga memantau lahan untuk pembudidayaan tanaman hortikultura bagi petani. (*)

Baca Berita Manggarai Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved