Breaking News:

Berita Nagekeo

Bupati Nagekeo bersama Kelompok Tani Oki One Tanam Perdana Cabe di Kelurahan Dhawe

Bupati Nagekeo bersama Kelompok Tani Oki One Tanam Perdana Cabe di Kelurahan Dhawe

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do bersama dengan istri dan anggota kelompok Tani Oki One menanam cabe di Kelurahan Dhawe, Kamis 24 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY-Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do bersama istri dan seluruh anggota Kelompok Tani Oki One melakukan penanaman perdana tanaman cabe di Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis 24 September 2021.

Kegiatan penanaman perdana dilakukan untuk memaksimalkan potensi lahan tidur yang ada di Kelurahan Dhawe tersebut.

Berdasarkan pantauan, tiba di Lokasi, Bupati Nagekeo dan istri langsung menanam bibit cabe yang sudah disiapkan anggota kelompok Tani Oki One. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi bersama anggota kelompok di lahan tersebut.

Ketua Kelompok Tani Oki One, Pius April mengucapkan, terima kasih kepada Bupati Nagekeo dan istri yang sudah datang melakukan penanaman perdana cabe di lahan tesebut meskipun lahan sulit dijangkau.

Menurutnya, lahan di kawasan Oki One seluas 22 hektar dan dianggap sebagai lahan yang sangat potensi untuk mengembangkan tanaman holtikultura. Meski begitu, luas lahan tersebut belum semuanya dioptimalkan karena terdapat beberapa kendala yang dialami oleh anggota kelompok.

Sebagai kelompok tani baru, pihaknya masih mengalami kesulitan untuk mengolah semua lahan yang ada, namun kelompok tani Oki One mempunyai semangat dan niat yang kuat untuk mengolah lahan tersebut menjadi lahan yang produktif.

"Walaupun kami belum mendapatkan bantuan, kami sudah berupaya untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam cabe dan tanaman holtikultura yang masih belum seberapa luasnya," ungkapnya.

Pius mengatakan, kendala yang dihadapi oleh anggota kelompok Tani Oki One adalah ketersediaan pompa air. Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah supaya membantu mengadakan pompa air untuk menyiram tanaman mereka.

"Kami bersyukur karena kami mendapat pinjam paket mesin pompa air dari dinas pertanian, sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan baik, kalau kemarin kami kami juga pinjam pake dari kelompo lain, namun mesin pompa air rusak sehingga kami terkapsa pakai timba. Sekarang kami sudah dapat pinjam pake dari dinas pertanian," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved