Breaking News:

Berita Malaka

Partai Demokrat Malaka Diduga Pecah Dua Kubu di Perhelatan Musda Demokrat NTT

Perhelatan politik Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTT untuk memilih Ketua DPD Demokrat NTT kian memanas. Untuk DPC Malaka beredar kabar pec

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua DPC Demokrat Malaka, Marius Boko saat memimpin rapat dengan para PAC di Sekertaraiat DPC Demokrat Malaka, Sabtu 25 September 2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Perhelatan politik Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTT untuk memilih Ketua DPD Demokrat NTT kian memanas. Untuk DPC Malaka beredar kabar pecah dua kubu dalam mendukung calon ketua DPD Demokrat NTT.

Ketua DPC Demokrat Malaka mendukung penuh figur calon Ketua Dr. Jefri Riwukore atau Jeriko yang juga Walikota Kupang saat ini sedangkan beberapa PAC mendukung calon Ketua, Leonardus Lelo yang juga Anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT.

Ketua DPC Demokrat Malaka, Marius Boko usai  menggelar rapat  dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se Kabupaten Malaka di Sekertaraiat DPC Demokrat di  Harekakae, Kecamatan MalakaTengah,  Sabtu 25 September 2021 mengakui ada perpecahan di tubuh Partai Demokrat Malaka.

Dikatakan Marius, ditubuh Partai Demokrat Kabupaten Malaka terjadi kisruh dan digerogoti dari dalam oleh oknum Pengurus dan Kader Partai. 

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

Marius Boko menjelaskan, Selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malaka dirinya sudah menyatakan sikap memberikan dukungan kepada Jeriko untuk menahkodai Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk lima tahun Kedepan.

Menurut Marius yang juga anggota DPRD Malaka ini, dirinya menggelar pertemuan  ini bertujuan  meminta penjelasan dan memberikan pemahaman  kepada PAC tentang mekanisme pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

"Saya menjelaskan kepada PAC mengenai mekanisme pemilihan Ketua DPD, yang mana pemilihan Ketua DPD itu kewenanganya ketua DPC. Tetapi ada oknum Pengurus DPC kalau diundang rapat tidak pernah hadir namun mereka melakukan kegiatan lain yaitu mendatangi setiap  PAC minta tanda tangan untuk mendukung Leonardus Lelo," tegas Marius.

 Bagi dirinya, kata Marius,  tidak menjadi masalah tetapi mekanismenya di langgar , karena suara itu dari DPC. Namun, ada oknum Kader partai mendatangi dan  meminta tanda tangan kepada PAC tetapi tidak semua PAC  membubuhkan tanda tangan.

"Ada tiga orang PAC yang  memiliki surat keputusan (SK) sebagai ketua PAC  dan ada yang lain sudah tidak menjadi ketua PAC atau  pengurus partai Demokrat lagi. Nah itu yang saya sebut orang yang ikut Kongres Luar Biasa  abal-abal ,  yang membawa map minta tanda tangan kepada  Ketua PAC. Saya mempertanyakan loyalitas dan Integritas mereka terhadap Partai,  ketika Partai sedang persiapan  menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda)," jelas Marius..

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved