Breaking News:

Berita Flores Timur

Soal Dugaan Gratifikasi, Ketua Komisi C DPRD Flotim Mengaku Terima Uang Rp 500 Ribu

KRBF juga menyebutkan laporan dugaan gratifikasi itu atas pengakuan Ketua Komisi C DPRD Flotim, Ignasius Uran. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ketua Komisi C DPRD Flores Timur, Ignasius Uran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA-- Ormas Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF) melaporkan dugaan gratifikasi 30 anggota DPRD Flotim ke Polres Flotim.

Menurut KRBF, uang sebesar Rp 20 juta yang dibagi untuk 30 anggota DPRD itu diserahkan oleh salah satu staf Badan Keuangan Daerah Flotim saat rapat pembahasan dan penetapan perda pertanggungjawaban APBD Flotim tahun anggaran 2020. 

Dalam laporan pengaduannya ke polisi, KRBF juga menyebutkan laporan dugaan gratifikasi itu atas pengakuan Ketua Komisi C DPRD Flotim, Ignasius Uran. 

Ketua Komisi C, Ignasius Uran yang dikonfirmasi wartawan, Kamis 23 September 2021 mengaku menerima uang sebesar Rp. 500 ribu. Meski demikian, ia membantah jika uang itu merupakan uang gratifikasi. 

"Saya memang sebagai salah satu anggota DPRD yang terima uang Rp 500 ribu. Katanya uang ganti makan minum saat rapat pembahasan LKPJ. Tidak ada gratifikasi," tegas Ignas.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Kupang : 80 PTT Yang Diberhentikan Akan Diangkat Kembali

Ia mengatakan, biaya makan minum rapat anggota DPRD biasanya disiapkan oleh badan keuangan daerah.

Namun, saat rapat, anggaran tersebut tidak disiapkan. Sebagai kompensasi, lanjut dia, pihak keuangan memberikan uang sebesar Rp.500 ribu sebagai pengganti uang makan.

"Tidak ada hubungannya dengan pansus. Tidak ada gratifikasi untuk sebuah kebijakan. Tidak pernah ada lembaga ini menyetujui sebuah keputusan karena transaksi. Catat itu," tandasnya. (*)
 

Berita Flores Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved