Breaking News:

Berita Labuan Bajo

Begini Kronologi Lengkap Ditpolairud Polda NTT Bekuk Pelaku Pemboman Ikan 

Personel Ditpolairud Polda NTT membekuk seorang nelayan yang menggunakan bahan peledak saat melaut, Sabtu 25 September 2021.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
pk/gecio viana
Suasana konferensi pers di Markas Unit Polairud Labuan Bajo Polda NTT, Sabtu 25 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -Personel Ditpolairud Polda NTT membekuk seorang nelayan yang menggunakan bahan peledak saat melaut, Sabtu 25 September 2021.

Tidak tanggung-tanggung, selama 10 tahun terakhir, nelayan berinisial HJ (43), menggunakan bom saat melaut di beberapa perairan di Provinsi NTT. 

"Dalam 10 tahun terakhir beraksi, untuk jumlahnya (berapa kali gunakan bom ikan), yang bersangkutan sudah lupa," kata Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Nyoman Budiarja melalui Panit Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT, Ipda Suherman dalam konferensi pers di Markas Unit Polairud Labuan Bajo Polda NTT

HJ telah ditetapkan sebagai tersangka usai diamankan personel Polairud Polda NTT, pada Kamis 23 September 2021 sekira pukul 09.30 Wita, di perairan Kabupaten Manggarai Barat tepatnya di wilayah perairan bagian selatan Pulau Komodo. 

Baca juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka Dokter Gadungan, Ini Pengakuan Anton

Saat diamankan, pelaku bersama 10 Anak Buah Kapal (ABK) lainnya sempat melarikan diri dan membuang sejumlah barang bukti ke tengah laut. 

Para pelaku sudah melakukan persiapan dan menggunakan kapal motor untuk melakukan pemboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba. 

"Setelah menyadari kehadiran petugas patroli, saat itu awak kapal berusaha membuang barang bukti ke laut, namun setelah dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan," ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yakni 2 jeriken ukuran 20 liter yang sempat dibuang ke laut. Kedua jeriken ini digunakan sebagai wadah untuk menyimpan bahan peledak

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

Barang bukti lainnya, lanjut Suherman, yakni 1 unit kapal motor yang digunakan pelaku, 1 rol kabel berwarna merah muda yang digunakan untuk merakit bahan peledak, 2 unit kompresor beserta selang sebagai alat menyelam, 2 teropong, 1 senter selam, 1 kantong plastik kapas, 7 buah regulator sebagai alat bantu selam dan 7 masker. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved