Breaking News:

Premium Akan Diganti Pertalite, Warga Flotim Diajak Dukung Program Langit Biru,Begini Penjelasannya

Menteri ESDM Arifin Tasrif melalui suratnya ke gubernur NTT menginstruksikan pengurangan pasokan BBM Premium di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timu

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Direktur SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Menteri ESDM Arifin Tasrif melalui suratnya ke gubernur NTT menginstruksikan pengurangan pasokan BBM Premium di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengurangan BBM Premium itu beralasan BBM beroktan 88 ini menyebabkan emisi yang merusak lingkungan dan digantikan dengan Pertalite

Menanggapi adanya program Langit Biru (Pertalite) itu, Direktur SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro mengaku program itu sangat membantu masyarakat karena memudahkan konsumen mendapatkan BBM.

"Premium diganti dengan Petalite, itu lebih baik. Karena tidak ada lagi kuota dan otomatis tidak ada antrian. Saya bisa jual dari jam 8 pagi sampai 8 malam dan masyarakat bisa membeli secara bebas tanpa antrian. Bagi yang mau jadi distributor, tinggal memiliki ijin usaha. Tidak seperti sekarang yang diatur oleh Pemda, tapi harga di konsumen terakhir sangat tinggi seperti yang ditetapkan seperti sekarang. Masyarakat Flotim harus mendukung program ini, menuju BBM satu harga," ujarnya kepada wartawan, Kamis 23 September 2021.

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

 Menurut dia, dengan program langit biru, masyarakat bisa menikmati BBM dengan satu harga dan tidak lagi diatur oleh Pemda. Bahkan, tidak ada lagi antrian. 

"Sebagai anak daerah, saya tidak saja melihat dari segi bisnisnya, tapi ini untuk membantu masyarakat. Yang punya kendaraan tidak lagi antri. Semua orang boleh beli bebas asal punya ijin. Intinya menjalani kewajiban bayar pajak," katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Flores Timur mendukung program itu karena dengan program itu, masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM dengan harga yang murah. 

"10.000 membeli premium dan 10.000 pertalite, literatnya premium lebih banyak, tapi jarak tempuhnya pertalite lebih jauh. Kenapa saya jual dengan Rp.6.450 perliter tapi orang di kampung beli dengan Rp10.000? Ini bukannya membantu, malah bikin masyarakat susah. Karena itu, saya ajak semua mendukung program ini," tutupnya. (*)

Berita Flores Timur Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved