Berita Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Target Awal Oktober 2021 Operasikan Alat RT-PCR, Ini Penjelasannya
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menargetkan pada awal Oktober 2021, akan mengoperasikan alat tes Reserve Transcription Polymerase Chain R
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menargetkan pada awal Oktober 2021, akan mengoperasikan alat tes Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
Alat RT-PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut saat ini berada di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Weng, Kamis 23 September 2021.
"Untuk saat ini kami belum gunakan, operasikan, tengah kami persiapkan. Sedangkan, visitasi oleh Tim Dinkes Provinsi NTT sudah dilakukan. Mudah-mudahan minggu pertama bulan Oktober sudah dapat digunakan atau operasikan," katanya.
Yulianus menjelaskan, persiapan yang dilakukan saat ini yakni mempersiapkan laboratorium untuk alat RT-PCR, peralatan pendukungnya serta beberapa jenis reagen.
"Alat ini tidak seperti mobil, begitu datang langsung dipakai," katanya.
Lebih lanjut, di Labuan Bajo, lanjut Yulianus, akan terdapat 2 fasilitas kesehatan (faskes) lainnya yang memiliki alat RT-PCR, yakni RS Siloam Labuan Bajo dan Klinik Omsa Medic Labuan Bajo.
"Bukan hanya kita, tapi ada RS Siloam dan Omsa Medic, karena mereka sudah divisitasi juga. Jadi ada 3. Saya dengar kimia Farma juga, ada juga laboratorium swasta mau kerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan untuk buka. Lalu ada laboratorium dari Kupang, mau buka pemeriksaan antigen dan pemeriksaan PCR, alat mereka ada di Kupang, jadi mereka ambil (swab) di sini, lalu kirim ke Kupang, lama waktunya 1 kali 24 jam," tandasnya.
Jika alat RT-PCR di RSUD Komodo Labuan Bajo telah dioperasikan, lanjut Yulianus, nantinya akan digunakan untuk kepentingan tracing Covid-19.
Selanjutnya, alat RT-PCR di dua faskes lainnya digunakan untuk kepentingan pelaku perjalanan.
"Jadi untuk pelaku perjalanan bisa di RS Siloam dan Omsa Medic, sedangkan punya kita untuk tracing, sehingga kita tracing masyarakat tidak bayar atau cuma-cuma," katanya. *)