Breaking News:

Berita NTT

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Gelar Pagelaran Kesenian Daerah, Beni Atraksi Para Seniman

Dinas pendidikan dan kebudayaan NTT menggelar pagelaran kesenian daerah bagi para penari. Kegiatan ini merupakan tahap II berupa tarian garapan dan ba

Editor: Ferry Ndoen
foto: Irfan Hoi
pagelaran kesenian daerah NTT di UPTD taman budaya.  

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas pendidikan dan kebudayaan NTT menggelar pagelaran kesenian daerah bagi para penari. Kegiatan ini merupakan tahap II berupa tarian garapan dan baru. Sebelumnya di tahap I terdapat tarian tradisional.

Kepala UPTD Taman Budaya Dinas pendidikan dan kebudayaan NTT sekaligus ketua panitia kegiatan, Drs. Sofyan, MM, Kamis 23 September 2021, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk mempertahankan budaya beragam di NTT yang wajib bertranformasi dengan zaman.

"Kita memberikan mereka estimasi agar mereka tetap berkreatifitas. Dengan karya yang baik juga," katanya.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk penguatan dan pengenalan bagi generasi milenial NTT agar tetap mencintai dan mendalami seni budaya peninggalan leluhur. UPTD taman budaya, kata Sofyan, mengantisipasi kepunahan seni budaya dengan terus menyelenggarakan kegiatan semacam ini.

Baca juga: Hay Drink Berbahan Kelor Dilaunching di Kota Kupang

Dia menegaskan tarian atau karya tradisional yang original tetap dipertahankan, namun pada tarian perfomance, tarian tradisional atau original bisa dikembangkan untuk seni pertunjukan hasil garapan.

Pagelaran ini diikuti 20 sanggar yang terdiri dari kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Ditengah kondisi Pandemi ini, menurutnya, UPTD Taman Budaya tetap memberi ruang lebih banyak agar kreasi ini tetap berjalan.

Sofyan mengaku kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari semata untuk memberi ruang dan pembinaan lebih bagi para kreator tarian. Ia menyebut tahun depan adanya perbaikan untuk ragam kreasi tarian bisa lebih baik lagi.

Menurutnya, kegiatan akan digelar selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan dilakukan lima tahapan. Tahap I dengan tarian tradisional, tahap II dengan tarian garapan, tahap III dengan penampilan karya musik tradisional.

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

Selanjutnya tahap IV penampilan pengembangan original musik etnis dan tahap V musikalisasi puisi.

"Generasi milenial kita harus memanfaatkan waktunya untuk terus berinovasi, berkreasi dan terus berkarya agar melindungi kekayaan atau peninggalan leluhur itu semakin terus terjaga, berkembang dan terlindungi," pungkasnya.

Kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Peserta yang datang wajib mencuci tangan dan menjaga jarak serta diukur suhu tubuhnya. (*)

Berita NTT Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved