Breaking News:

Berita Belu

Bupati Agustinus Taolin :  Pemerintah Sudah Siapkan Tempat Isolasi 

bisa lanjutkan perjalanan disertai surat pengantar hasil tes untuk dia lakukan tes lanjutan atau karantina di tempat tujuan kalau dia positif

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter) sejak wabah COVID-19 merebak di wilayah itu. 

Tempat isolasi berada di Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) Heliwen dengan kapasitas 50 bed dan rumah pintar Kodim 1605 Belu kapasitas 10 bed. 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD mengatakan hal itu ketika dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Rabu 22 September 2021.

Menurut Bupati, penanganan COVID-19 bagi pelaku perjalanan internasional diberlakukan sama. Ketika masuk Indonesia wajib melakukan scrining dan tes.

Apabila positif dilakukan karantina tetapi jika positif bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya disertakan dengan surat keterangan atau pengantar dari pemerintah.

Baca juga: Pelintas Batas di PLBN Motaain Belum Meningkat

"Kita lakukan pemeriksaan sesuai standar internasional dan standar operasional prosedur yang lainnya kita ikuti. Kalau hasil tes negatif, dia bisa lanjutkan perjalanan disertai surat pengantar hasil tes untuk dia lakukan tes lanjutan atau karantina di tempat tujuan kalau dia positif di lagi di tempat tujuan. 

Ditanya mengenai perlakuan khusus tes PCR sebanyak tiga kali bagi pelaku perjalanan internasional, Bupati Belu mengatakan, khusus perlintasan Indonesia-Timor Leste hanya dilakukan tes satu kali. 

"Khusus perlintasan Indonesia-Timor Leste satu kali tes saja. Kalau dia positif, kita karantina kalau negatif, dia bisa lanjutkan perjalanan. Standar kita adalah scrining dan tes", ungkap dokter spesialis penyakit dalam ini. 

"Memang di negara tujuan yang berbeda perlakuannya berbeda seperti di Singapura, dia datang dari negara asalnya tes, sampaidi Singapura tes, lima hari tes lagi dan dua minggu lagi tes. Tapi khusus kita perlintasan Indonesia-Timor Leste hanya satu kali tes", sambungnya. 

Baca juga: OJK Belum Terima Laporan Pinjaman Online Ilegal di NTT

Untuk tempat karantina, Bupati mengatakan sudah disiapkan dengan baik dan penghuni tempat karantina sudah semakin menurun saat ini. 

"Tempat karantina sudah disiapkan dan penghuni semakin menurun mungkin karena sudah banyak yang divaksin dan penanganan kita juga baik", katanya. 

Menurut Bupati, aktivitas lintas batas di PLBN Motaain saat ini masih stabil. Apabila ada peningkatan jumlah pelintas, pemerintah melalui satgas COVID-19 akan menambah pelayanan, terutama pelayanan scrining dan tes bagi pelaku perjalanan internasional. 

Penambahan pelayanan dilihat dari beban kerja. Kalau meningkat kita akan tambah pelayanan tapi sejauh ini masih stabil", pungkasnya. (*) 

Berita Belu Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved