Berita Kota Kupang

Gaun Pesta Model Payung Kombinasi Brokat dengan Kain Polos 

jaket semi jas sementara kain satin lebih lembut dan ringan serta memiliki karakteristik mengkilap dan glossy.

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Gaun Pesta Model Payung Kombinasi Brokat dengan Kain Polos 
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Gaun Pesta Model Payung

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gaun pesta merupakan salah satu item yang sudah sangat akrab dengan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Meskipun dalam masa pandemi sudah tidak lagi diadakan pesta - pesta namun gaun pesta masih menjadi sesuatu yang tidak akan hilang dari tengah masyarakat karena gaun - gaun simple bisa dipakai selain untuk acara - acara pesta.

Bahan brokatpun seringkali menjadi pilihan untuk membuat gaun - gaun pesta yang unik dan cantik.

Pengelola LKP Evi Pedro yang berkutat dibidang tata busana, Efly T. Loloin mengatakan, gaun model payung ini merupakan salah satu gaun yang modelnya sudah cukup lama namun tetap terlihat menarik.

Gaun yang satu ini terlihat cukup simple namun elegan dengan kombinasi brokat pada bagian atasnya dan kain polos dibagian bawah.

Baca juga: PMI Kota Kupang Gandeng Pegadaian Syariah Vaksin 1000 Warga

"Kalau baju yang merah ini kain polosnya berbahan tessa kalau yang hitam ini satin," kata Efly Loloin, Sabtu, 18 September 2021.

Kain tessa cukup tebal, bertekstur lembut dan tidak mudah kusut sehingga sering dipakai untuk membuat blazer atau jaket semi jas sementara kain satin lebih lembut dan ringan serta memiliki karakteristik mengkilap dan glossy.

Kedua gaun ini dibuat satu antara atasan dan bawahannya karena menurut Efly, kalau dibuat secara terpisah, jatuhnya kurang bagus sehingga dibuat menyatu.

"Kalau ini bentukannya sudah paten jadi tidak lari bentuknya," jelasnya.

Ukuran gaun ini panjangnya sekitar 130 centimeter dan lingkar badan 90 centimeter sehingga jika dipakai orang setinggi 150-an cm, gaun akan mencapai mata kaki sedangkan yang tingginya 160-an cm akan mencapai betis. 

Pada gaun merah, lengannya berpotongan tulip dan lebih pendek sedangkan gaun hitam lengannya lebih panjang dengan ukuran tiga perempat.

Baca juga: Sinergi  REI dan  Jasa Keuangan NTT Siap Vaksin 5.000 Warga di Kota Kupang

Jahitannyapun sangat rapi dan tidak kalah dari pakaian - pakaian yang dibeli dari took atau tempat lain.

Efly mengungkapkan, untuk menjahit bahan brokat kesulitannya hampir sama dengan menjahit dengan bahan tenun ikat karena pola - pola yang sudah terbentuk jika tidak diperhatikan hasilnya akan menjadi aneh.

"Jahit bahan brokat lebih susah karena kalau kita kurang hati - hati hasilnya akan kurang bagus. Ini hampir sama dengan tenun. Kita mesti pelan - pelan. Pola motif yang sudah ada kalau salah ditangani akan aneh jadinya," ujarnya.(*)

Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved