Breaking News:

Berita Sikka

Dua SMP di Kecamatan Belajar Simulasi ANBK si SMPK Frater Maumere

kegiatan simulasi atau gladi ANBK di SMP Frater karena di sekolahnya minimnya fasilitas penunjang seperti komputer

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Siswa SMP di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka memakai laboratorium SMPK Frater Maumere guna mengikuti simulasi ANBK, Rabu, 15 September 2021 pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Minimnya fasilitas seperti ketiadaan komputer, jaringan internet dan listrik membuat dua sekolah di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka harus rela datang guna belajar dan mengikuti kegiatan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPK Frater Maumere, Rabu, 15 September 2021 pagi.

Dua sekolah tersebut yang belajar yakni SMP PGRI Lero Hae Hebing dan SMPN Mapitara.

Simulasi ANBK ini berlangsung selama dua hari yakni Rabu, 15 September sampai Kamis, 16 September 2021.

Simulasi ini berlangsung di ruangan Laboratorium Komputer milik SMPK Frater Maumere di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Kepala Sekolah SMP PGRI Lero Hae Hebing, Antonia Rosabina kepada wartawan di Maumere, Rabu, 15 September 2021 pagi mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan simulasi atau gladi ANBK di SMP Frater karena di sekolahnya minimnya fasilitas penunjang seperti komputer dan jaringan internet serta jaringan listrik di sekolah.

“Dengan kondisi keterbatasan fasilitas yang memprihatikan ini maka kami bekerja sama dengan SMPK Frater Maumere untuk menggunakan laboratorium komputer demi kelancaran kegiatan simulasi ANBK ini.Kehadiran kami di sini untuk mengikuti kegiatan simulasi ANBK.Soalnya di sekolah kami tidak ada fasilitas penunjang seperti Komputer, jaringan internet serta jaringan listrik sehingga kami harus berjuang untk mencari sekolah sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai seperti di SMPK Frater ini," ungkap Rosabina.

Baca juga: Perjuangan Julie Laiskodat Bantu 21 Poktan Sikka Diserahkan Wabup Romanus

Ia menjelaskan, siswa yang yang mengikuti kegiatan simulasi sebanyak 47 orang juga didampingi oleh para guru yang sudah terdaftar di dapodik, karena secara aturan guru guru tersebut wajib mengikuti gladi ANBK bersama para siswa.

Ia juga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan fasilitas penunjang seperti komputer dan jaringan internet di sekolah-sekolah terpencil seperti di Mapitara.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN Mapitara, Yohanis Arestis No Darto menjelaskan, kehadiran mereka di SMPK Frater Maumere karena sekolahnya juga mengalami kesulitan fasilitas pendukung untuk kegiatan simulasi ANBK.

“Kami harus turun ke kota untuk mencari sekolah sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai agar bisa melakukan kegiatan ini dan SMPK Frater menjadi pilihan kami karena sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat memadai,” paparnya.(*)

Berita Sikka Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved