Breaking News:

Berita TTU

RSU Leona Kefamenanu Klarifikasi Perihal Polemik Perbedaan Hasil Rapid Antibodi dan Rapid Antigen

Rapid antibodi digunakan untuk mendeteksi dengan cepat  respon imunitas tubuh terhadap virus yang sudah masuk ke tubuh seseorang.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Pose Bupati, Wakil Bupati TTU, Kadis Kesehatan dan pihak RSU Leona Kefamenanu dan pimpinan OPD, serta pengurus PMKRI Cabang Kefamenanu pasca klarifikasi, Selasa, 14 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu, melakukan klarifikasi perihal polemik perbedaan hasil rapid antibodi dan rapid antigen Covid-19 oleh Satgas Covid-19, terhadap seorang anak yang terjadi pada, 8 Agustus 2021 lalu.

Jumpa pers klarifikasi polemik hasil rapid yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada, Selasa, 14 September 2021 ini dihadiri langsung oleh Bupati Timor Tengah Utara, Drs Juandi David, Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Eusabius Binsasi, Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Fay, para pimpinan OPD, dan Direktur RSU Leona serta para pengurus PMKRI Cabang Kefamenanu.

Dalam kesempatan itu, Direktur Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu, Drg Rizki Anugrah Dewati menjelaskan, pada waktu itu, dua orang anak beserta orangtua/walinya mendatangi RSU untuk melakukan rapid test.

Pasca dijelaskan oleh petugas medis perihal pilihan melaksanakan rapid antibodi dan rapid antigen, kedua orangtua wali tersebut, selanjutnya kedua orangtua wali tersebut memilih untuk melakukan pemeriksaan rapid antibodi. 

Menurut Direktur yang biasa disapa Dhea ini bahwa, pelaksanaan rapid antibodi tersebut dilakukan berdasarkan permintaan orangtua/wali sendiri. 

Baca juga: Korwas SMA/SMK dan SLB Kabupaten TTU Pantau Ujian PPPK

"Serta diikuti dengan penjelasan selanjutnya apabila hasil pemeriksaan reaktif, keduanya harus bersedia mengikuti alur yang sudah ditetapkan di Kabupaten TTU dan mereka memberikan persetujuan secara tertulis dengan menandatangani form persetujuan pemeriksaan rapid,"ungkapnya.

Secara khusus di RSU Leona, tutur Dhea, pelaksanaan rapid harus dilakukan dengan mengisi persyaratan dalam form tertulis.

Setelah hasil pemeriksaan rapid antibodi dikeluarkan petugas laboratorium RSU Leona, orangtua/wali dari anak tersebut keberatan dengan hasil rapid dan meninggalkan RSU Leona. 

Pihak RSU Leona mengikuti alur yang selama ini ditetapkan di Kabupaten TTU yaitu; apabila ditemukan hasil rapid antibodi reaktif dan rapid antigen positif, segera dilaporkan kepada satgas penanganan Covid-19 Kabupaten TTU untuk selanjutnya dilakukan tracing sesuai dengan peraturan menteri Kesehatan Nomor; 440107 Menkes/4641/2021 tentang panduan pelaksanaan pemeriksaan pelacakan karantina dan Isolasi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved