Breaking News:

Berita Manggarai

Buka Bimtek Penyusunan Master Plan Sekda Fansi: Smart City Layak Diadaptasi Kabupaten

Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Drs Jahang Fansi Aldus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Master Plan Kota Cerda

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
Sekda Kabupaten Manggarai, Drs Jahang Fansi Aldus (tengah) sedang memberikan sambutan. 

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Drs Jahang Fansi Aldus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Master Plan Kota Cerdas (Smart City) tahap II.

Kegiatan dengan  menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat ini, berlangsung di ruangan Media Center, Kantor Bupati Manggarai, Senin 13 September 2021. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 13 dan 14 September 2021.

Kegiatan ini selain diikuti peserta Bimtek yang hadir secara offline dan online,  perangkat daerah dan para camat juga dihadiri Tim Konsultan dan Tenaga Ahli dari Kementerian Kominfo RI.

Berdasarkan rilis yang diperoleh POS-KUPANG.COMdari Dinas Kominfo, Kabupaten Manggarai, Selasa 14 September 2021, dalam sambutannya Sekda Fansi mengatakan, pembangunan berbasis kota cerdas (smart city) menjadi trend pembangunan kota di dunia dan layak didaptasi kabupaten/kota di Indonesia.

Baca juga: Ini Kata Ester Maitindom: Ambassador Budaya PON XX Papua Segera Dapat Bersosialisasi

Namun untuk mewujudkan hal ini, menurut Sekda Fansi, harus membutuhkan dukungan dari segenap elemen, baik pemerintah, DPRD, BUMD, BUMN, dunia usaha hingga seluruh masyarakat di Kabupaten Manggarai. 

"Konsep ini bertujuan memberikan pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi,"ujarnya.

Dikatakan Sekda Fansi, dalam mewujudkan Smart City, pemerintah Kabupaten Manggarai telah melakukan berbagai upaya pembangunan diantaranya, penyediaan pusat data, pembangunan dan pengembangan aplikasi-aplikasi e-government untuk menjawab berbagai tuntutan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, meskipun hingga kini masih banyak kekurangan.

Diakui Sekda Fansi, banyak kekurangan-kekurangan itu diantaranya belum adanya koneksi jaringan intranet yang terkoneksi ke seluruh perangkat daerah dan kecamatan serta belum meratanya layanan telekomunikasi dan jaringan internet sampai ke desa-desa.

"Meski demikian kami terus melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan koordinasi dengan Kemenkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi,"tandasnya.

Sekda Fansi juga menjelaskan, terhadap usulan dan koordinasi dengan BAKTI Kominfo pada tahun 2021, Kabupaten Manggarai mendapatkan bantuan 31 BTS 4G untuk 31 desa dan 12 akses internet, wifi gratis untuk fasilitas pendidikan, perkantoran dan area pelayanan publik lainnya. Ia berharap, dengan bantuan BTS ini, dapat membantu masyarakat untuk mempercepat keterbukaan informasi dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved