Breaking News:

Berita Kota Kupang

SD Inpres Liliba Terapkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

maka dirinya bersama teman-teman guru dan Komite Sekolah berkomitmen agar memulai dengan manajemen yang baru.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala SD Inpres Liliba, Yohanes J. Tukan, S.Pd dan Bendahara Dana BOS, Rinjani Kapiluka, S.Pd menunjukkan dokumen penandatanganan komitmen bersama mendukung zona integritas menuju WBK, Senin 13 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- SD Inpres Liliba, Kota Kupang mulai menerapkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK).

Penerapan zona integritas menuju WBK ini bertujuan agar manajemen pengelolaan keuangan di sekolah itu dilakukan secara transparan.

Penerapan zona integritas menuju WBK ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung zona integritas menuju WBK yang berlangsung di sekolah tersebut, Senin 13 September 2021.

Penandatanganan komitmen bersama ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami,M.Si, Kepala SD Inpres Liliba, Yohanes J. Tukan, S.Pd, Bendahara Dana BOS, Rinjani Kapiluka, S.Pd, Ketua Komite, Junus A. Liem, Wakil Kepala Sekolah, Drs. Antonius Jo, para guru, operator dan petugas keamanan sekolah.

Penandatanganan komitmen bersama ini juga dipadukan dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung penghapusan kekerasan terhadap anak di sekolah (PKTAS) dan juga bertepatan dengan ulang tahun ke-42 SD Inpres Liliba.

Baca juga: Sebuah Bangunan di Kota Kupang Nekat Dibangun Meski Ditegur Dinas PUPR

Penandatanganan komitmen bersama mendukung PKTAS ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami,M.Si, Kepala SD Inpres Liliba, Yohanes J. Tukan, S.Pd, Koordinator Proyek, Silvester Seno, Penanggung Jawab Progam PKHLK, Aloysius Puli, Lurah Liliba, Viktor A. Makoni,S.Sos, Ketua Komite, Junus A. Liem dan para guru.

Kepala SD Inpres Liliba, Yohanes J. Tukan, S.Pd mengatakan, semenjak dipercayakan sebagai kepala sekolah, dirinya telah menyampaikan soal keberadaan sekolah yang mana sekolah itu, sebelumnya memiliki kasus korupsi.

"Belajar dari kasus sebelumnya yang terjadi di sekolah ini, maka dalam sambutan ucapan terima kasih saya saat menjabat kepala sekolah dan bertolak dari pengalaman sebelumnya bahwa di sekolah ini pernah terjadi kasus korupsi dana BOS," kata Yohanes.

Dijelaskan, dengan melihat pengalaman itu, maka dirinya bersama teman-teman guru dan Komite Sekolah berkomitmen agar memulai dengan manajemen yang baru.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved