Breaking News:

Berita Kota Kupang

Lurah Manulai II Akui Debit Air di Embung Tidak Stabil 

masyarakat setempat memanfaatkan embung-embung untuk berusaha tani, terutama menanam sayuran dan hortikultura.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Lurah Manulai II, Meksain Mauk, S.Sos, M.M 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Lurah Manulai II, Kecamatan Alak,Kota Kupang, Meksain Mauk, S.Sos,M.M mengakui, debit air di sejumlah embung di wilayah setempat ada yang tidak stabil dan ada yang stabil.

Ketidakstabilan air di embung ini selalu terjadi ketika musim kemarau.

Meksain menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 14 September 2021.

Menurut Meksain,  di wilayahnya itu ada sejumlah embung dan hampir setiap tahun debit airnya selalu berkurang.

"Kalau di Manulai II ini ada beberapa embung, yakni di RT 9, 16,17,18 dan RT 19. Embung-embung ini kalau di musim kemarau seperti sekarang airnya berkurang," kata Meksain.

Dikatakan, embung-embung yang ada itu memang terdapat beberapa yang tidak stabil kondisi airnya. Apalagi, di bulan Agustus, September dan Oktober.

Baca juga: Merasa Jenuh di Rumah, Siswa di Kota Kupang Senang Bisa Ikut Vaksin Covid-19

Meksain mengakui, adanya embung-embung ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat untuk menanam sayuran.

"Jadi kehadiran embung-embung tersebut sangat membantu masyarakat dalam berusaha tani," ujarnya.

Dikatakan, masyarakat setempat memanfaatkan embung-embung untuk berusaha tani, terutama menanam sayuran dan hortikultura.

"Warga mengusahakan tanaman sayuran dan kemudian dijual ke pasar. Bahkan ada juga yang dibeli langsung di lokasi budidaya," ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu 11 September 2021, di kampung ini terdapat beberapa embung masing-masing terletak di RT 16, 17, 18 dan 19. Rata-rata debit air di  embung -embung tersebut turun drastis, bahkan ada yang hampir kering.

Baca juga: Lima Kelurahan Kawasan Hijau dan 20 Wilayah di Kota Kupang Zona Kuning

Embung -embung yang ada ini tidak begitu luas tetapi sering dimanfaatkan warga untuk keperluan mencuci , menyiram dan untuk konsumsi ternak.

Namun memasuki musim kemarau, warga setempat mulai kesulitan karena debit air berkurang dan bisa juga kering. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved