Breaking News:

Berita Kabupaten Kupang

Pimpin Sosialisasi Perbup, Wakil Bupati Kupang Minta Kolaborasi

ada kekuatiran baginya, pasalnya, di dinasnya terdapat pengurusan dibidang perempuan dan anak, KB dan stunting.

Editor: Rosalina Woso
Dok. Prokompim
Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe (tengah) saat memimpin sosialisasi Perbup. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Bupati (Wabup) Kupang Jerry Manafe memimpin Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Kupang tentang peran Desa dalam Intervensi Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Kupang Tahun 2021.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Kupang Kamis, 9 September 2021. Dihadiri pimpinan OPD terkait termasuk didalamnya Kadis Kesehatan Robert Amaheka, Kadis PMD Charles M. Panie dan Kadis DP2KBP3A Yesai Lanus.

Wabup Jerry menyampaikan arahannya tentang Peraturan Bupati Kupang Nomor 19 tentang perubahan atas Perbup Kupang No. 49 tahun 2019 mengenai percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

"Hari ini kita sosialisasikan Perbup yang sudah dibuat. Ada beberapa hal untuk menjadi perhatian, stunting tidak lagi dibawah DPA Dinkes melainkan sudah berada di DPA DP2KBP3A. Namun harus terus berkolaborasi kerja dengan dinas-dinas terkait dan bersinergitas," katanya.

Ia mengatakan, masalah stunting telah ada sejak dulu, namun harus disyukuri sebab pemerintah pusat dan daerah terus berpikir bagaimana tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

Baca juga: Kota Kupang Turun PPKM Level 3, Kabupaten Kupang Naik Level 4

Baginya, stunting lebih bertumbuh di sekolah dan dirumah.

Oleh karena itu, Jerry menghimbau Dinas terkait yang berperan penting seperti Dinas Pendidikan agar terus memperhatikan persoalan ini, apalagi dengan adanya sekolah online, harus ada pembagian vitamin dan konseling di sekolah-sekolah.

Selaku Ketua Pokja, Jerry menjelaskan, dalam penanganan Stunting ini, DP2KBP3A diminta harus proaktif dengan tim terkait.

Tidak hanya itu, ia juga menerangkan, sebenarnya pencegahan stunting tidak susah asalkan ada koordinasi dari setiap OPD terkait untuk disinkronkan agar tidak lagi meresahkan.

"Semoga dengan adanya perbup ini bisa menjadi suatu dasar untuk kita agar bisa bekerja dengan baik dan stunting dengan target yang sudah kita bicarakan bisa tercapai hingga 2024 bisa turun menjadi 14 %," tegas Jerry.

Baca juga: Wabup Kupang Usul Pembentukan Kodim Sendiri di Kabupaten Kupang

Kadis Kesehatan Charles M. Panie, menuturkan, walaupun dalam Peraturan Presiden terdapat pengalihan percepatan penurunan stunting dari Dinkes ke DP2KBP3A, namun Dinkes tidak serta merta lepas tangan pada aksi dalam tugas yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, Kadis DP2KBP3A Yesai Lanus, menjelaskan, sehubungan dengan Perpres nomor 72 Tahun 2021 tentang pengalihan dari Dinkes ke DP2KBP3A, ada kekuatiran baginya, pasalnya, di dinasnya terdapat pengurusan dibidang perempuan dan anak, KB dan stunting.

"Saya yakin , 14 % itu bisa dipenuhi. Selain pengalihan tanggung jawab ditentukan dengan SDM, semoga tenaga-tenaga handal dari Dinkes bisa memback up kami di DP2KBP3A," kata Yessi. (*)

Berita Kabupaten Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved