Breaking News:

Geliat Resonansi Regenerasi Petani dari Nusa Tenggara Timur

Adalah kelompok Kawangu Banna yang berhasil merintis usaha pertanian di Kelurahan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Editor: Agustinus Sape
Foto BPPSDMP
Kelompok tani Kawangu Banna di Kelurahan Pandawai Kabupaten Sumba Timur mengembangkan berbagai tanaman kortikultura seperti kangkung, terong, tomat, cabai, pare hingga bawang. 

Geliat Resonansi Regenerasi Petani dari Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Resonansi regenerasi petani tengah terjadi di seluruh penjuru Indonesia, tak terkecuali di Indonesia Timur.

Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satunya. Di sini, Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menumbuhkan kelompok tani yang beranggotakan anak-anak muda melalui program bernama PWMP KUB atau Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian Kelompok Usaha Bersama.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bila pembangunan pertanian ke depan akan dilanjutkan oleh generasi muda.

“Petani itu keren, bertani itu hebat, maka kalian generasi muda jangan ragu untuk bertani," tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa PWMP KUB diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan jiwa generasi muda di bidang pertanian.

“Melalui PWMP diharapkan dapat mengembangkan peluang bisnis bagi generasi muda pertanian yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) sehingga mampu menjadi job-creator di sektor pertanian," katanya.

Adalah kelompok Kawangu Banna yang berhasil merintis usaha pertanian di Kelurahan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Kelompok tani beranggotakan 23 petani muda dengan berbagai background pendidikan itu telah melaksanakan usaha pertanian hortikultura di tanah seluas 0,4 hektare. Komoditas yang dibudidayakan antara lain kangkung, terong, tomat, cabai, pare hingga bawang.

Ketika dikunjungi, Kamis 9 September 2021, Ketua Kelompok Kawangu Banna menuturkan bahwa ide usaha pertanian itu tercetus ketika melihat potensi pertanian di Sumba yang masih belum banyak diolah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved