Breaking News:

Berita Lembata

Dekranasda Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Kelompok MPIG Tenun Tradisional Lembata

sejumlah tempat diantaranya tarian Reok Ponorogo dan Batik yang telah diklaim pihak lain atau negara lain

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Prokopim Setda Lembata
Sosialisasi dan pembentukan kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis MPIG Tenun Tradisional Kabupaten Lembata merupakan langkah nyata peduli perlindungan kekayaan intelektual yang ditinggalkan Leluhur Lewotana 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Sosialisasi dan pembentukan kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Tradisional Kabupaten Lembata merupakan langkah nyata peduli perlindungan kekayaan intelektual yang ditinggalkan Leluhur Lewotana. “Semoga Bisa Melindungi Motif Tenun Ikat Lembata”.

Pentingnya perlindungan terhadap karya seni motif menjadi pemicu diselenggarakan kegiatan Sosialisasi HAKI Tenun Ikat.

Tenun Ikat mencerminkan kekayaan intelektual leluhur. Semoga dengan ini, bisa melindungi warisan motif tenun ikat asli Lembata untuk menghindari motif tenun daerah Kabupaten Lembata tidak dijiplak.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menyadari, bahwa Hak Kekayaan Intelektual telah memacu dimulainya era baru pembangunan berdasarkan ilmu pengetahuan bahkan menjadi salah satu komponen penting penunjang pertumbuhan ekonomi bangsa. Kabupaten Lembata, diberi karunia beragam budaya, potensi geografis wilayah, dan sumber daya manusia yang luar biasa, termasuk juga potensi-potensi yang memiliki nilai ekonomis. Salah satunya Tenun Ikat. Tenun Ikat merupakan satu dari sekian banyak kekayaan alam di Lembata yang perlu dijaga dan dilindungi, karena dari Tenun Ikat, kita dapat mengetahui sejarah peradaban masa lalu”, ungkap Staf Ahli Bupati Lembata Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Nasrun Neboq, SH mewakili Plt. Bupati Lembata, Thomas Ola, ketika membuka kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), di aula Kopdit Ankara, Rabu  8 September 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi NTT, dengan peserta dari berbagai pelaku tenun ikat dan pemerhati tenun ikat.

Narasumber yang ditampilkan Yudhi Prasetyo selaku Analis Permohonan Kekayaan Intelektual pada Kanwil Kemenkumham NTT, Dra. Dience Elensia Bule Logo, M.Si dari Kanwil Kemenkumham NTT,  Marcelina Kopong selaku Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, dan Apol Mayan selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata.

Menurut Nasrun Neboq, Tenun Ikat Lembata sangat kesohor karena memiliki nilai seni dengan beragam corak dan motif yang bila dikembangkan akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Dikunjungi Kader Partai Demokrat Lembata, SLB Negeri Lewoleba Minta Pagar dan Sumur Bor

Karena itu, Pemda Kabupaten Lembata tidak akan membiarkan aset bernilai ini diambil pihak lain seperti kejadian di sejumlah tempat diantaranya tarian Reok Ponorogo dan Batik yang telah diklaim pihak lain atau negara lain.

Nasrul Nebo kemudian mengajak semua pihak untuk memiliki kepedulian terhadap kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual, melindungi dan memberdayakan warisan tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal, baik kekayaan intelektual personal maupun komunal, sebagai pendorong ekonomi daerah.  

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved