Berita Nagekeo

Semua OPD Wajib Berpikir untuk Kembangkan Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Nagekeo ( Pemkab Nagekeo) , kini fokus mengembangkan dua aspek yang cukup penting, yakni  pariwisata dan pertanian

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo, Drs. Ndana Andreas Corsini 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Pemerintah Kabupaten Nagekeo ( Pemkab Nagekeo) , kini fokus mengembangkan dua aspek yang cukup penting, yakni  pariwisata dan pertanian. Karena itu semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) wajib  berpikir untuk mengembangkan  dua aspek ini. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo,  Drs. Ndana  Andreas  Corsini mengatakan hal ini di Kupang, Jumat  10 September 2021.

Andreas mengatakan, pengembangan pariwisata atau pertanian tidak diserahkan secara total kepada instansi teknis. Mantan Kadis Pariwisata Nagekeo, ini mengatakan bahwa setiap kepala OPD bekerja sesuai Tupoksinya membangun pariwisata dan pertanian.

" Saya menangkap  bahwa Pak Bupati menginginkan kami kepala OPD  masing-masing bekerja untuk pertumbuhan pariwisata. Kepala yang memiliki DNA pariwisata," kata Ande.

Baca juga: Pemkab Nagekeo Terima Vaksin Covid-19 Tahap II

Begitu pula ketika bicara tentang stunting, bukan menjadi tanggung jawab Dinkes semata. Misalnya, dinas pariwisata melihat data by name, by adress, lalu punya program apa untuk tangani  orang tua yang anaknya stunting.  Maka kata Ande, data musti lengkap. 

Semua berbasis pada data. Jangan mengatakan bahwa itu menjadi tugas Dinkes. Atau contoh lain untuk mengelola persawahan di Mbay, maka  menjadi  tugas OPD lain di luar dinas pertanian. Dampingi petani mulai perencanaan, pembajakan, pembibitan, pemupukan dan lainnya. 

Jika petani  kesulitan biaya maka OPD itu akan menjadi narahubung dengan lembaga perbankan.  Bila perlu hingga pascapanen. 

Kadis Ande memgatakan, Bupati Nagekeo, dr. Johanes Donbosco Do punya harapan agar para Kadis itu berpikir lebih konperehensif.

Baca juga: Pasar Harian Ditutup Gara-gara Covid-19, Pemkab Nagekeo Gelar Operasi Pasar, Ini Lokasi Penjualannya

Jangan berpikir sektoral semata, tetapi berpikir inovatif hingga menjangkau sektor-sektor yang lain. Paradigma ini ternyata telah mengubah mindset para kepala dinas di daerah itu. 

Masih tentang pariwisata  Kadis Ande mengatakan bahwa masyarakat dan Pemda  Nagekeo kini terus menjaga keaslian kampung-kampung adat. Kampung-kampung adat di sana kata dia,   sungguh antik dibanding yang lainnya.   

Kampung adat lain di luar Nagekeo  penangannya  sudah melalui pendekatan proyek.  Memurut pandangan Kadis Ande, selama ini pembangunan rumah adat menjadi bagian dari suku atau klen.

Di sini kata dia menjadi kekuatan pemersatu dan merupakan sebuah harga yang relatif mahal. Dengan kata lain,   untuk membangun rumah adat  bukan atas campur tangan dari luar  namun dari dalam suku. 

Jika pembangunan rumah adat  menggunakan pola proyek, maka sesungguhmya suku itu tak kuat lagi. Juga kesakralan rumah adat itu tak ada lagi. Di Nagekeo memgenal sebuah istilah jari harus puntung, belakang harus jadi kurap. 

Ia mengatakan, kini sedang ada upaya untuk.membangun  rumah-rumah adat menggunakan dana  proyek.Caranya kata dia bisa diubah. Dana miliaran rupiah  itu  dapat digunakan untuk padat karya saja. Dana padat karya yang dibayarkan kepada orang per orangan ini  bisa dikumpulkan untuk membangun rumah adatnya.  Sehingga rumah adat punya kekuatan  yang sungguh dasyat. " Jamgan main-main dengan adat," katanya. 

Di Nagekeo juga punya banyak atraksi budaya. Misalnya, tinju tradisional etu yang digelar tiap tahun. Bahkan penggemar atau penonton melampaui  penonton bolakaki di daerah itu. (*)

Baca Berita Nagekeo Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved