Breaking News:

Berita Belu

Polisi Pasang CCTV di Empat Lokasi di Kabupaten Belu

Tiga CCTV dipasang dalam Kota Atambua yakni simpang lima, persimpangan polycarpus dan persimpangan sentral sedangkan satu CCTV.

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
PASANG CCTV--CCTV pemantau lalulintas sudah dipasang dan berfungsi di simpang lima Atambua, Jumat 10 September 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA Polres Belu melalui Satuan Lalulintas telah memasang CCTV  di empat lokasi strategis di wilayah Kabupaten Belu. 

Tiga CCTV dipasang dalam Kota Atambua yakni simpang lima, persimpangan polycarpus dan persimpangan sentral sedangkan satu CCTV dipasang di persimpangan Motaain, Desa Silawan.

Kasat Lantas Polres Belu, AKP Rullyanto J.P Pahroen mengatakan hal itu ketika dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Jumat 10 September 2021. Dikatakannya, sejak kemarin, petugas telah memasang CCTV atau kamera pemantau di tiga lokasi dalam Kota Atambua. Hari ini lanjutan pemasangan di Motaain. 

Pemasangan CCTV ini merupakan  implementasi program Kapolri tentang sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Penyerapan APBD di Dinas PUPR Belu 50 Persen Lebih

Dengan dipasangnya sistem ini, pengendara kendaraan harus semakin disiplin mematuhi peraturan berlalulintas karena yang menentukan pelanggaran adalah sistem, bukan manusia. Jenis pelanggaran yang dilakukan sudah terekam dalam sistem yang terkoneksi dengan base server di  kantor Polisi. 

"Ini sistem yang tilang, bukan lagi manusia. Kalau sudah terjadi pelanggaran tidak bisa mengelak karena bentuk pelanggaran sudah terekam semua dalam sistem", jelas Rullyanto. 

Menurut Rullyanto, sistem kerja kamera CCTV yang dipasang itu selama 24 jam dengan jangkauan dua kilometer. Artinya dari jarak sekian, kamera sudah mampu merekam pergerakan pengendara di jalan dan memantau pelanggaran yang dilakukan.

Tak hanya itu, alat ini sangat canggih karena mampu membaca wajah manusia. Kendaraan yang tidak memiliki nomor polisi atau plat nomor tetap dapat diketahui wajah pengendaranya. 

Ditanya mekanis pemberian sanksi kepada pengendara yang melanggar, Rullyanto menjelaskan, setiap pengendara yang melakukan pelanggaran akan mendapat surat tilang yang dikirim melalui kantor pos. Dalam surat tilang tertera foto dan jenis pelanggaran, sanksi denda dan mekanisme pembayaran denda. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved