Breaking News:

Berita Kota Kupang

Walikota Kupang Sudah Beri Ruang Untuk Persiapan Sekolah Tatap Muka

diketahui bahwa pemilihan siswa peserta asesmen nasional ini bukan kita tetap dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami,M. Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore sudah memberi ruang kepada 
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang untuk mempersiapkan sekolah atau belajar mengajar tatap muka. Belajar tatap muka tentu akan dilakukan secara terbatas.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang,  Drs. Dumuliahi Djami,M. Si, Kamis 9 September 2021.

Menurut Dumuliahi, semenjak penerapan  PPKM Level 4 terakhir itu, bapak Walikota Kupang mengeluarkan instruksi yang memberi ruang kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar mengatur persiapan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).

"Karena itu, akan ada pertemuan terbatas di sekolah itu dilakukan dengan ketentuan satu ruang kelas hanya ada 10 siswa," kata Dumuliahi.

Dijelaskan, sekolah-sekolah yang akan melakukan tatap muka secara terbatas akan menerapkan protokol kesehatan.

"Sekolah-sekolah yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka itu harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ini diterapkan mulai saat siswa masuk lingkungan sekolah sampai di dalam ruang kelas," katanya.

Baca juga: Rp 13 M untuk Insentif Nakes di Kota Kupang

Ditanyai soal jumlah sekolah di Kota Kupang yang sudah mulai melakukan belajar tatap muka, Dumuliahi mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 95 persen sekolah yang sudah melakukan belajar tatap muka langsung.

"Apalagi saat ini dalam persiapan siswa mengikuti assesmen nasional. Untuk pelaksanaan tatap muka ini, selain kita mengikuti instruksi Walikota Kupang, juga harus ada izin orang tua siswa," katanya.

Khusus ANBK, Dumuliahi mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh SMP kelas VIII dengan jumlah 50 orang dan SD sebanyak 35 orang. Kegiatan ini akan berlangsung pada Bulan Oktober mendatang bagi SMP dan SD pada Bulan November 2021.

Karena itu, lanjutnya kita harus persiapkan para siswa, yaitu dengan pengetahuan literasi dan numerasi dan saat ini sementara persiapan teknik.

"Untuk diketahui bahwa pemilihan siswa peserta asesmen nasional ini bukan kita tetap dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peserta untuk SMP sebanyak 45 orang ditambah cadangan 5 orang sehingga berjumlah 50 orang," katanya.

Baca juga: 5 Kelurahan di Kota Kupang Bebas Covid-19 atau Zona Hijau

Sedangkan nama-nama peserta itu ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI secara acak berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) setiap sekolah.

"Jadi penentuan nama-nama itu di luar campur tangan dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota termasuk sekolah. Semuanya ditentukan oleh kementerian," ujarnya.(*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved