Breaking News:

Berita Internasional

Taliban Menuduh AS Melanggar Perjanjian Doha, Sirrajudin Haqqani Masuk Daftar Teroris

Menteri baru, yang merupakan bagian dari Jaringan Haqqani, telah dituduh melakukan serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan selama 20 tahun perang.

Editor: Agustinus Sape
Abdullah Abdullah/Reuters
Jaringan Haqqani telah dituduh melakukan serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan. 

Taliban Menuduh AS Melanggar Perjanjian Doha, Sirrajudin Haqqani Masuk Daftar Teroris

POS-KUPANG.COM, KABUL AFGHANISTAN - Taliban menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai yang ditandatangani keduanya pada 2020, karena menempatkan menteri dalam negeri baru Sirrajudin Haqqani dalam daftar teror AS.

Menteri baru, yang merupakan bagian dari Jaringan Haqqani, telah dituduh melakukan serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan selama 20 tahun perang. AS memiliki hadiah $ 5 juta untuk Haqqani. Dia juga tetap dalam daftar teror PBB.

Beberapa anggota kelompok lainnya, termasuk penjabat Perdana Menteri Mullah Mohammad Hassan Akhund, masuk daftar hitam internasional.

"Pejabat Pentagon telah mengatakan bahwa beberapa anggota kabinet Imarah Islam atau anggota keluarga mendiang Haqqani Sahib berada di daftar hitam AS dan masih menjadi target," kata sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri pada Rabu 8 September 2021 malam.

“Imarah Islam menganggap ini sebagai pelanggaran yang jelas terhadap Perjanjian Doha yang bukan untuk kepentingan Amerika Serikat atau Afghanistan,” kata pernyataan itu, merujuk pada perjanjian yang ditandatangani di ibukota Qatar.

Baca juga: Perempuan Afghanistan Tuntut Persamaan Hak Saat Taliban Hadapi Front Perlawanan Nasional di Panjshir

Kesepakatan itu membuka jalan bagi penarikan pasukan asing pimpinan AS dengan imbalan jaminan dari Taliban untuk tidak mengizinkan kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan ISIL beroperasi di tanah Afghanistan.

Pasukan AS mundur tepat sebelum batas waktu 31 Agustus dalam apa yang ternyata menjadi latihan yang kacau, mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Kesepakatan AS-Taliban mengecualikan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat yang dipimpin oleh mantan Presiden Ashraf Ghani, yang melarikan diri dari negara itu setelah pejuang Taliban menyapu negara itu bulan lalu dengan sedikit perlawanan dari pasukan pemerintah.

Pernyataan Taliban muncul setelah AS setelah kesepakatan berjanji untuk menghapus anggota Taliban dari sanksi internasional.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved