Breaking News:

Berita Sumba Timur

Sumba Timur Turun 2 Level PPKM, Bupati Khristofel : Ini Prestasi Semua Warga 

pertumbuhan ekonomi daerah sehingga masyarakat dapat tetap bertahan secara ekonomi selama situasi pandemi. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Bupati Sumba Timur Khristofel A. Praing bersama wakil bupati David Melo Wadu usai sidang paripurna DPRD, Rabu 8 September 2021. 

"Atas nama lembaga kita memberi apresiasi kepada pemerintah daerah, di dalamnya TNI-Polri, termasuk Pol PP dan masyarakat, yang kokoh berjibaku menegakkan prokes sehingga kita bisa turun ke level 2," ujar Ali Fadaq saat diwawancara Rabu.

Baca juga: Pengawasan PPKM Level 4, Polres Sumba Timur Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Menurutnya, penurunan dua level PPKM sekaligus dalam satu waktu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. "Ini pencapaian luar biasa dan baru pertama terjadi di Indonesia. Dari level 4 ke level 2 baru terjadi di Sumba Timur," ujar politisi Golkar itu. 

Jangan Euforia Berlebihan

Meski kini Kabupaten Sumba Timur telah berada pada level 2 PPKM, Dewan tetap mengingatkan dan meminta seluruh masyarakat agar tidak euforia berlebihan. Pemerintah harus tetap memastikan kondisi tersebut terjaga. Pencegahan dan penanganan Covid-19 tetap dilakukan dengan standar yang sama. 

"Yang kita lihat ada penurunan, kita perlu apresiasi tapi juga jangan Euforia berlebihan. Pemerintah harus tambah kekuatan untuk jaga situasi," tegas Ali Fadaq. 

Ia juga meminta pemerintah tetap memastikan penanganan Covid -19 selaras dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sehingga masyarakat dapat tetap bertahan secara ekonomi selama situasi pandemi. 

"Putus penularan tapi juga harus melihat pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi rapuh maka masyarakat akan kolaps," ujar dia. 

Baca juga: Biro Rena Polda NTT Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik Polri di Polres Manggarai Timur

Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko S., SE,M.I.Pol menyebut penurunan level PPKM didasarkan pada berbagai indikator dasar yang ditetapkan pemerintah. 

Perwira TNI yang merupakan Dandim 1601 Sumba Timur, itu menyebut, beberapa indikator yang dapat diketahui secara jelas adalah penurunan tingkat BOR hingga 18 persen, penurunan angka pertambahan kasus yang signifikan, peningkatan angka kesembuhan hingga 90 persen serta angka kematian yang stagnan di 2 persen. 

Penanganan dengan konsep isolasi terpusat (isoter) menjadi salah satu dukungan yang signifikan dalam penanganan COVID-19 di kabupaten itu. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved