Breaking News:

Berita Kota Kupang

Save the Children Fokus Mengadvokasi  Anak, Pendidikan dan Kesehatan

Yayasan  Save the Children Indonesia fokus melaksanakan program pendidikan, kesehatan dan  perlindungan anak

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
MEMBANGUN NTT- Manager Program Implementation-Save the Children, Silverius Tasman Muda dan GM PT Timor Media, Grafika, Ernawaty Madjaga bersama staf, Kamis, 9 September 2021 melakukan diskusi tentang upaya membangun NTT dari berbagai aspek. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Dalam beberapa tahun terakhir Yayasan  Save the Children Indonesia fokus melaksanakan program pendidikan, kesehatan dan  perlindungan anak  di Provinsi NTT. Tiga aspek ini menjadi sungguh penting dan membutuhkan penanganan secara serius pula.

Senior Manager Program Inplementation-Save the Children,  Silverius Tasman Muda,  mengatakan hal ini ketika menerima kunjungan silaturahmi Gemeral Manager (GM)  PT Timor Media Grafika-Harian Pagi Pos Kupang dan Pos-Kupang,com, Ernawaty Madjaga di Kantor Save the Children, Kupang, Kamis, 9 September 2021. 

Silverius mengatakan, aksentuasi program pendidikan, yakni memberi akses pada anak usia dini (pendidikan anak usia dini/PAUD). Anak-anak pada usia ini wajib atau patut  dipersiapkan  dengan baik  sebelum memasuki pendidikan dasar (SD). "Save the Children fokus pada masalah dasar berupa literasi baca dan tulis pada PAUD," katanya. 

Mengapa, kata Silverius, anak-anak pra sekolah  di NTT terutama yang tinggal di kampung-kampung masih dengan kemampuan baca dan tulis yang sangat terbatas. Karena itu butuh upaya yang maksimal untuk membenahinya. Dengan literasi ini, Silverius mengatakan banyak kemajuan yang telah dicapai.

Baca juga: Save the Children Gandeng P&G Indonesia Bantu Siswa di Malaka

Sedangkan perlindungan anak, kata dia, lembaga ini membangun kemitraan dengan sekolah-sekolah untuk mengurangi  kekerasan pada anak didik. Tak hanya di sekolah, di rumah dan lingkungan juga demikian.  Berbagai indikator menunjukkan bahwa angka kekerasan pada anak baik di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat relatif tinggi.

Khusus kepada guru-guru, ia mengatakan bahwa literasi yang dilakukan adalah  guru tak boleh lagi melakukan pendekatan kekerasan/represif kepada anak. Jika tempo dulu anak-anak selalu mengalami kekerasan fisik maupun verbal di sekolah, saat ini harus dibalik dengan pola yang soft.

"Pesan-pesan positif selalu kami lakukan agar perubahan itu dapat terlihat. Meski membutuhkan proses, upaya-upaya ini terus  kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Para guru juga menyambut dengan baik," katanya.

Pada aspek kesehatan kata dia, isyu-isyu tentang stunting juga menjadi fokus perhatian.  Di NTT kata dia, angka prevalensi atau tingkat penyebaran stunting cukup tinggi. Secara nasional, NTT juga masuk dalam nominasi stunting yang cukup tinggi.

Baca juga: Nutrition International dan Save the Children Gelar Lokakarya Pencegahan Anemia di TTU

Pemerintah Provinsi NTT kata dia,  memang sudah melakukan penanganan. Faktanya, mulai menurun. Namun, kata dia, semua pihak diharapkan mengambil bagian sebagaimana Save the Children lakukan.

Pada prinsipnya kata dia, Save the Children Indonesia  melakukan upaya preventif bukan kuratif. Dengan kader Posyandu, misalnya Save the Children memberikan pola atau cara memberi edukasi kepada masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved