Berita Kota Kupang

Pemkot Kupang Keluarkan SE Sekolah Tatap Muka

Pemerintah Kota Kupang ( Pemkot Kupang) mengeluarakan surat edaran (SE) mengizinkan sekolah tatap muka mulai digelar

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM//Irfan Hoi
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Seiring menurunnya level PPKM di Kota Kupang ke level 3, Pemerintah Kota Kupang ( Pemkot Kupang) mengeluarakan surat edaran (SE) mengizinkan sekolah tatap muka mulai digelar.

Surat edaran bernomor 068/HK.443.1/IX/2021 tentang pemberitahuan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 Kota Kupang  tertanggal 8 September 2021.

Surat yang ditandatangani Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore ini menyatakan, penyelenggaraan belajar tatap muka di SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB  maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 metet dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Sementara itu, bagi siswa PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Baca juga: Walikota Kupang Sudah Beri Ruang Untuk Persiapan Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidilan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan, Sejumlah peryaratan telah terpenuhi, diantaranya penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah serta vaksin bagi guru-guru.

"Rencanya senin ini sudah mulai belajar tapa muka. Beberapa indikator yang dipakai agar bisa memulai PTM adalah dengan menyiapkan Protokol Kesehatan (Prokes), tempat mencuci tangan, jarak duduk siswa dan vaksinasi bagi tenaga pendidik," katanya, Jumat 3 September 2021.

KBM tatap muka itu, sebut Djumul, rencananya akan dimulai dengan Kelas V SD dan kelas VIII SMP di Kota Kupang. P dan K juga akan mempersiapkan assessment nasional yang akan digelar dalam waktu dekat.

Djumul mengatakan, persiapan sekolah-sekolah menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama, agar memulai belajar tatap muka.

Baca juga: SMKN 1 Kota Kupang Tunggu Kebijakan Pemerintah untuk Sekolah Tatap Muka Juli Mendatang  

"Sementara untuk syarat vaksin, kami wajibkan bagi semua tenaga pendidik atau guru. Jika ada guru yang memiliki riwayat penyakit sehingga tidak bisa menerima vaksin, maka harus memberikan surat keterangan dari dokter," jelasnya.

Dumul mengaku, P dan K telah mengecek kesiapan semua sekolah untuk memulai KKBM tatap muka itu. Semuanya sudah final. "Kami sudah lakukan pembekalan tentang teknis pelaksanaannya," katanya.

Djumul mengatakan, pelaksanaan KBM itu diawasi secara ketat dan akan terus dievaluasi. Apabila salah satu siswa terpapar covid-19, maka sekolah itu langsung diditutup

"Evaluasi akan dilakukan. Kita beraharap prosesnya berjalan baik. Apabila salah satu siswa terpapar covid-19, maka KBM dihentikan. Sekolah itu akan langsung ditutup dan kembali memberlakukan pembelajaran dari rumah,"katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati menjelaskan, untuk menulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM), seharusnya bisa dilakukan. Tetapi harus memastikan Prokes dilakukan secara ketat.

Vaksinasi covid-19, kata Retnowati, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus memastikan bahwa semua guru atau tenaga pendidik sudah menerim vaksin.

"Karena guru-guru merupakan kelomok rentan dan banyak bertemu dengan banyak orang. Selain itu, anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang baik, sehingga harus dipastikan lingkungan mereka itu aman dan makan makanan bergizi," terangnya. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved