Breaking News:

Berita Malaka

Orangtua/Wali di Malaka Izinkan Siswa KBM Tatap Muka di Sekolah dengan Syarat

Orangtua/Wali di Kabupaten Malaka Izinkan Siswa KBM Tatap Muka di Sekolah dengan Syarat

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Orangtua/wali, Roni Seran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - Para orangtua/wali di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka memang mengijinkan siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka di sekolah.

Namun, pihak sekolah harus benar-benar memastikan area sekolah itu steril dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) harus ketat. Pasalnya, pola pengawasan yang longgar bisa menimbulkan persoalan baru nantinya.

Hal ini disampaikan orangtua/wali siswa seperti Roni Seran dan Paskalis Nahak Tahuk yang dimintai tanggapannya secara terpisah di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Kamis 9 September 2021.

Roni Seran yang juga mantan pegiat LSM ini mengatakan, Pandemi covid-19 ini memang masih menyebar sehingga belum bisa dipastikan kapan berakhir total. Sementara di lain sisi para siswa ingin bertatap muka dengan para guru dan rekan sejawatnya di sekolah.

Baca juga: Menuju KBM Tatap Muka 900-an Siswa SMAK Giovanni Kupang Mengikuti Vaksinasi 

Dalam situasi dilematis ini, lanjut Roni, tentu para pihak baik orangtua/wali maupun para guru dan pemerintah harus sepakati bersama dengan melihat situasi yang ada sebelum ada keputusan KBM tatap muka seperti sediakala.

"Saya memang punya anak duduk di bangku SMA Swasta di Betun. Saya ijinkan untuk ikut KBM tatap muka di sekolah dengan menaati Prokes. Kenapa kami ijinkan karena sekolah menjamin keamanan siswa selama mereka berada di lingkungan sekolah," tutur Roni.

Dirinya berharap pola shift KBM tatap muka yang sedang berjalan diterapkan dahulu sambil memantau situasi perkembangan covid ini. Sekolah jangan dulu membuka KBM secara penuh seperti selama ini yakni masuk Pukul 07.00 Wita dan pulang Pukul 13.00 Wita.

"Sistem shift dengan Jedah waktu antara rombongan belajar yang sudah diatur itu dipakai dulu. Kalau nanti ada kebijakan baru dari pemerintah bahwa situasi sudah aman dan KBM penuh boleh dilakukan barulah sekolah terapkan," pinta Roni.

Baca juga: Ende PPKM Level III KBM Tatap Muka Mulai Diterapkan

Hal senada juga disampaikan Paskalis Nahak Tahuk bahwa pola shift yang sudah berjalan selama sepekan ini dipertahankan dulu sambil mengikuti perkembangan Pandemi covid-19.

Hal ini penting karena saat ini kasus pandemi di Malaka masih ada dan situasi belum aman. Kondisi ini tentu membuat para orangtua waspada karena pengawasan di sekolah bisa longgar.

"Jadi saya usulkan agar pola shift itu dipakai dahulu jangan buka KBM secara penuh. Jam juga dibatasi. Prokes di sekolah harus diterapkan secara ketat sehingga jangan ada masalah baru," pinta Paskalis.(*)

Baca Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved