Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kerja Keras Pelaksana APBN Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi NTT

penanganan pasca bencana.Faktor eksternal (pandemi covid-19) dan rendahnya nilai IKPA pada capaian output,

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penyampaian Keynote speech oleh Plt. Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT Tri Budhianto pada Rakorda Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2021 yang berlangsung secara daring. 

Kerja Keras Pelaksana APBN Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi NTT

POS KUPANG.COM--Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pelaksanaan Anggaran oleh Kanwil DJPb Provinsi NTT menjadi salah satu agenda rutin tiap semester yang diselenggarakan dengan tujuan koordinasi dan evaluasi terkait pelaksanaan anggaran di daerah bersama satuan kera (satker) Kementerian/Lembaga (K/L).

Sehubungan dengan itu Kanwil DJPb Provinsi NTT menyelenggarakan Rakorda Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2021 pada Rabu, 8 September 2021 secara daring yang diikuti oleh para satker terundang.

Hadir menjadi narasumber Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Vicensia Retnasari membawakan materi Reviu Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2021 dan Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal Delfiana Lase membawakan materi Monitoring Roll Out SAKTI, Restrukturisasi Rekening, ImplementasiDigital Payment dan Market Place Tahun 2021.

Rakorda dibuka dengansambutan sekaligus penyampaian arahan olehPlt. Kepala Kanwil Tri Budhianto mengenai pertumbuhan ekonomi di NTT. Diketahui bahwa kontribusi belanja pemerintah menunjukkan angka 26,16% diikuti pertumbuhannya sebesar 69,69%. Pada triwulan III ini pun ditargetkan untuk realisasi belanja adalah sebesar 70%.

Baca juga: Kadis Kesehatan Kota Kupang : 13 Miliar Intensif Nakes di Kota Kupang Telah Disiapkan

Target tersebut tentu memiliki kendala yang kerap muncul dalam proses pelaksanaannya seperti kebijakan/regulasi mengenai pemberlakuan PPKM juga refocusing anggaran.

PBJ terkait barang sesuai spesifikasi tidak tersedia pada e-catalog maupun bencana Badai Seroja yang dating secara tidak terduga.

Pelaksanaan kegiatan lambat yang dipengaruhi oleh relaksasi dari SYC (Second Years Contract) ke MYC (Multy Years Contract), mobilisasi SDM dan material yang terkendala maupun perubahan lokasi kegiatan dan musim tanam.

Teknis pelaksanaan anggaran/realisasi atas pekerjaan PMTD dan penanganan pasca bencana.Faktor eksternal (pandemi covid-19) dan rendahnya nilai IKPA pada capaian output, deviasi halaman III dan kesalahan SPM.

Selanjutnya Vicensia memaparkan Reviu Pelaksanaan Anggaran dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial yang mencakup langkah strategis apa yang perlu dicanangkan pada pelaksanaan anggaran namun dan tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Baca juga: Wawali Pantau Vaksinasi Kerja Sama GBIS Miracle dan PMI Kota Kupang

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved