Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kadis Kesehatan Kota Kupang : 13 Miliar Intensif Nakes di Kota Kupang Telah Disiapkan

mencegah kesalahan atau kekeliruan, juga mempercepat proses administrasi agar sesegera mungkin bisa dicairkan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis lainnya, menangani   Covid-19 di Kota Kupang, akan segera dibayarkan, paling lambat akhir September ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menganggarkan Rp 13 Miliar.

Anggaran itu dipaketkan melalui dana  refocusing sebesar Rp 80 miliar. Berdasarkan petunjuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan RI, pemerintah daerah wajib membayarkan insentif tenaga kesehatan dan tenaga medis lainnya.

"Nakes yang bertugas atau mengurus pasien covid-19, mulai dari upaya tracing, testing dan treatment," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati, Rabu 7 September 2021.

Retnowati mengaku, surat dari pemerintah pusat, diterima Pemkot Kupang pada 19 Agustus kemarin. Dalam surat tersebut, menginstruksikan agar pemerintah daerah membayarkan insentif tenaga kesehatan menggunakan APBD.

Pemkot menindaklanjuti surat tersebut, dengan meminta pendampingan dari BPKP provinsi NTT.  Pendampingan ini dimaksudkan mencegah kesalahan atau kekeliruan, juga mempercepat proses administrasi agar sesegera mungkin bisa dicairkan.

Baca juga: Update Covid-19 di Kota Kupang, Lima Kelurahan Tanpa Kasus Covid-19

Setelahnya, Pemkot Kupang menggelar rapat dan konsultasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Hasil rapat memutuskan pembayaran menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), karena anggaran refocusing masuk dalam BTT.

"Sesuai dengan perhitungan dari RSUD S. K Lerik dan Dinas Kesehatan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 13 Miliar untuk pembayaran sampai Desember nanti," jelasnya. 

Retno menjelaskan, pembayaran insentif tenaga kesehatan yang dibebankan kepada pemerintah daerah, hanya untuk membayarkan insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang bekerja di RSUD S. K Lerik dan semua puskesmas di Kota Kupang.

Selain itu, lanjut Retnowati, intensif nakes yang tertunda sejak tahun 2020 akan diusulkan atau disesuaikan pada perubahan anggaran tahun 2021 nanti. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved