Breaking News:

Berita NTT

Ini Dua Siklon Tropis yang Pengaruhi Tinggi Gelombang dan Angin di NTT

BMKG menyebutkan ada dua siklon tropis yang mempengaruhi cuaca terutama tinggi gelombang di wilayah NTT saat ini

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Syaeful Hadi, S.P 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - BMKG menyebutkan ada dua siklon tropis yang mempengaruhi cuaca terutama tinggi gelombang di wilayah NTT saat ini. Dua siklon itu adalah Siklon Conson dan Siklon Chanthu.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Maritim Tenau, Moh. Syaeful Hadi,S.P, Kamis 9 September 2021.

Menurut Syaeful, saat ini ada dua siklon yang mempengaruhi cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk NTT.

BMKG Stasiun Maritim Tenau juga telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi akibat adanya siklon Conson dan Siklon Chanthu.

Baca juga: Korban Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Kupang Dapat Program Bantuan Tunai Multi Guna

"Jadi terdapat Siklon Tropis Conson (998 hPa) dan Siklon Tropis Chanthu (945 hPa) di Laut Filipina yang berdampak secara tidak langsung pada ketinggian gelombang di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Sangihe, Talaud, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua," kata Syaeful.

Dijelaskan, tinggi gelombang 1.25 -2.5 m berpeluang terjadi di perairan Utara Flores, Selat Sape bagian Selatan, Selat Sumba bagian Timur, Selat Flores Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombai,Perairan Utara Kupang - Rote dan Selat Wetar.

Sedangkan, tinggi gelombang 2.5 m-4.0 m berpeluang terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu.

Samudera Hindia Selatan Sumba -Sabu, Perairan Selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang -Rote.

Baca juga: Waspada, Siklon Tropis Filipina Picu Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia, Berikut Daftarnya

Dijelaskan, angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1.25 m,Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m.

Sedangkan kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m dan kapal berukuran besar seperti kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

"Kita imbau masyarakat yabg tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu tetap waspada," ujarnya.

Dikatakan, pola angin di wilayah Indonesia di bagian utara dominan bergerak dari Timur- Tenggara, Barat Daya, sedangkan di Indonesia bagian selatan, dominan angin bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-30 knot.

Lebih lanjut dikatakan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut China Selatan, Laut Banda, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sermata- Kepulauan Aru, Perairan Yos Sudarso- Merauke dan Perairan Utara Jaya Pura. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved