Berita Malaka
Tekan Kasus Kriminal, Polsek Wewiku Terapkan Pendekatan Program Pertanian
ni juga berkat kolaborasi dengan camat dan para kades sehingga ada lahan yang kosong pihaknya melalui para Bibinkamtibmas
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN--Wilayah Polsek Wewiku, Wilayah Hukum Polres Malaka selama ini sangat tinggi kasus kriminal. Untuk menekan permasalahan ini, jajaran Polsek Wewiku menerapkan pola pendekatan program pertanian.
Berkat kerja bersama dengan pihak kecamatan dan pemerintah di 12 desa yang ada, saat ini kaum muda di daerah ini mulai memberdayakan kelompok tani yang keanggotaannya merupakan kaum muda.
Kapolsek Wewiku, IPTU L Soleman Waddu, S.H menyampaikan hal ini saat ditemui di Mapolsek Wewiku, Selasa 7 September 2021.
Dikatakan Soleman, selama ini memang permasalahan mendasar yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Wewiku adalah kasus kriminal.
Terhadap kondisi ini, sejak dirinya memimpin Polsek Wewiku mencari pola pendekatan yang humanis kepada kaum muda.
Baca juga: Polisi Fasilitasi Kegiatan Vaksinasi Perdana Warga Wewiku, Ini Pesan Wakapolres Malaka
Langkah yang dilakukan, katanya, menciptakan program pemberdayaan lahan pertanian yang kosong agar bisa ditanami tanaman holtikultura.
Jajaran Polsek membuat kebun percontohan dengan melibatkan kelompok tani yang didalamnya beranggotakan kaum muda.
"Di Wewiku ada 12 desa. Setiap desa kita ada lahan kelompok tani yang kita bantu bibit seperti Lombok besar di Biris kini sudah panen. Kita lakukan pemberdayaan petani dan tugas kami memotivasi. Ada juga tanaman lombok kecil, melon, tomat, kacang panjang, sayuran, semangka dan ketimun," jelas Soleman.
Diakui dengan pola pendekatan pertanian ini, kasus kriminalitas di Wewiku menurun drastis bahkan tidak ada samasekali beberapa bulan terakir. Ini juga berkat kolaborasi dengan camat dan para kades sehingga ada lahan yang kosong pihaknya melalui para Bibinkamtibmas mendorong warga untuk mengolah lahan kosong yang ada.
Baca juga: Bupati Malaka Dukung Program MCP Dalam Rangka Pencegahan Korupsi
"Kami tidak ambil hasil dari penjualan. Semua kembali pada anggota kelompok tani. Lahan milik petani mereka olah sendiri. Memang kesulitan yang kami hadapi cuma pengolahan lahan masih manual sehingga kami minta pemda melalui camat untuk bisa olah lahan menggunakan traktor. Kita motivasi warga dengan menghadirkan kebun contoh," kata Soleman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapolsek-wewiku-iptu-l-soleman-waddu-sh.jpg)