Breaking News:

Berita Kota Kupang

Penyederhanaan Kertas Coblos, Ketua DPD Hanura NTT; Asal Tidak Bertentangan UU

pemilu kali lalu dengan jumlah surat suara yang banyak memang cukup rumit, terlebih bagi para masyarakat kategori lansia

Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com
Ilustrasi surat suara pemilu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Adanya kesulitan masyarakat dengan kertas surat suara saat proses pemilihan umum (Pemilu). Pemilih beranggapan jumlah kertas surat suara yang banyak dan terkadangan membingungkan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang menyelenggarakan prosesi pemilu didesak untuk melakukan penyederhanaan kertas surat suara ini, terutama dalam perhelatan pemilu 2024 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Hanura NTT, Refafi Gah, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 5 September 2021, mengatakan ide penyederhanaan surat suara pada pemilu 2024 itu adalah ide yang bagus.

Namun demikian, Refafi mengingatkan penyederhanaan, asal tidak bertentangan dengan UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

"Kalau dulu 5 kertas suara sehingga banyak kertas suara hangus alias rusak, terutama bagi keluarga kita yg kampung, joblos 1 kertas lalu di masukan kembali semua jenis surat suara yg di pegang," katanya.

Baca juga: DPRD Kota Kupang Apresiasi Vaksinasi Door to Door di Kelurahan Oetete

Keputusan itu, menurut Refafi, harus disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat. Jika rencana ini diterima masyarakat, lanjut Refafi, KPU silahkan menjalankan program penyederhanaan kertas surat suara pada pemilu mendatang.

"KPU sangat tauh bagaiman kesulitan petugas waktu pemilu yang lalu," ucapnya.

Refafi kembali mengingatkan, program ini juga agar tidak merugikan suara pemilih dan tidak bertentangan dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kertas surat suara tidak lagi berjumlah lima surat suara sebagaimana pada pemilu tahun 2019 lalu. Semua kertas surat suara akan dilebur dalam satu kertas suara. 

Salah seorang pemilih di NTT, Saiful Saman, mengatakan dirinya belum mendapat informasi perihal rencana KPU itu. Saiful meminta agar hal ini bisa disampaikan ke masyarakat agar bisa dimengerti.

Baca juga: Ini Yang Dilakukan Polda NTT Saat Resmi Menerima Laporan Cipayung Kota Kupang

"Saya belum tauh kertas surat suara disederhanakan itu seperti apa," katanya Minggu 2 September 2021 sore.

Saiful mengaku pada pemilu kali lalu dengan jumlah surat suara yang banyak memang cukup rumit, terlebih bagi para masyarakat kategori lansia. Dengan rencana ini, dia berharap ada penyampaian rutin ke masyarakat agar bisa dipahami. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved