Breaking News:

Laut China Selatan

Amerika Lawan Aturan Buatan China, Beijing Tidak Dapat Mewajibkan Pelaporan di Laut China Selatan

Peraturan baru yang dibuat China yang mewajibkan setiap kapal asing melaporjika hendak melintas di Laut China Selatan bakal terhambat.

Editor: Agustinus Sape
(DIGITALGLOBE EUROPEAN SPACE IMAGING via TWITTER
Setelah membangun pangkalan militer besar di dasar Laut China Selatan, kini Beijing mewajibkan setiap kapal yang melintasi di perairan tersebut wajib lapor kepada pejabat China. 

Amerika Serikat Lawan Aturan Buatan China, Beijing Tidak Dapat Mewajibkan Pelaporan di Laut China Selatan

POS-KUPANG.COM, MANILA - Peraturan baru yang dibuat China yang mewajibkan setiap kapal asing melapor kepada pejabat Beijing jika hendak melintas di Laut China Selatan bakal terhambat. 

Peraturan tersebut dilawan keras oleh Amerika Serikat karena tampaknya bertentangan secara langsung dengan perjanjian internasional dan dapat memicu potensi konflik.

Hal itu disampaikan Wakil Laksamana Penjaga Pantai Amerika Serikat Michael McAllister.

Pejabat itu mengatakan Laut China Selatan adalah jalan raya maritim dan kerja sama penjaga pantai ke penjaga pantai sangat penting di kawasan itu untuk membangun tata kelola maritim yang baik.

McAllister mencatat peningkatan minat untuk bermitra dengan Penjaga Pantai AS dalam pengembangan kapasitas keselamatan dan keamanan maritim.

“Saya akan menawarkan persyaratan pelaporan baru untuk kapal di jalur damai ke Laut China Selatan, tentu berdasarkan pelaporan, tampaknya bertentangan langsung dengan perjanjian dan norma internasional,” kata McAllister kepada wartawan selama forum virtual Asia-Pacific Media Hub Jumat 3 September 2021.

“Jika pembacaan kami benar, ini sangat memprihatinkan, dan itu karena mereka mulai membangun fondasi untuk ketidakstabilan dan potensi konflik jika itu ditegakkan,” tambahnya.

AS, katanya, berada di kawasan untuk mendukung mitra utama yang semakin khawatir atas tindakan agresif dan koersif China, dan kekhawatiran mitra AS dengan kurangnya kemampuan atau kapasitas mereka untuk menanggapi tindakan tersebut secara memadai.

“Kami bekerja sama dengan China di bidang kepentingan bersama antara AS dan China; tidak banyak kegiatan kerja sama di Laut China Selatan,” kata McAllister.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved