Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pinsar Indonesia Sambangi Pos Kupang

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat ( Pinsar) Indonesia menyambangi Kantor Harian Pagi Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Foto bersama Pinsar Indonesia saat menyambangi Redaksi Pos Kupang dalam rangkaian kegiatannya pada Jumat, 03 September 2021. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat ( Pinsar) Indonesia menyambangi Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Jumat 3 September 2021. Pertemuan silaturahmi ini dalam rangka menyambut Hari Ayam dan Telur Nasional serta Hari Telur Dunia (World Egg Day).

Pengurus Pinsar Indonesia yang hadir adalah Ricky Bangsaratoe dan Bambang Suharno. Ricky menjabat Ketua Panitia HATN dan World Egg Day, sedangkan Bambang sebagai Wakil Ketua Panitia. Keduanya didampingi drh Melky Angsar dan Edi Juma dari Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Ricky dan rombongan diterima Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari dan Manager EO dan Promosi Clara Marly serta editor Pos Kupang Apolonia Matilde Dhiu.

Pertemuan diselimuti suasana kekeluargaan. Obrolan serius diselingi dengan candaan sehingga mengundang tawa.

Baca juga: Sejuk-Kelompok Minoritas Kunjungi Pos Kupang: Ela Senang Media Tak Beri Stigma

Ricky mengatakan, tujuan kunjungan ini adalah untuk bekerjasama dalam hal ini peliputan pada kegiatan puncak Hari Ayam dan Telur Nasional pada tanggal 14-15 Oktober 2021.

"Juga untuk World Egg Day yang jatuh pada setiap hari Jumat minggu kedua bulan Oktober," ujarnya.

Bambang menambahkan, latar belakang diselenggarakan kegiatan ini karena masih minimnya konsumsi ayam dan telur oleh masyarakat Indonesia.

"Kita di Indonesia konsumsi ayam dan telur masih sangat rendah dibandingkan negara tetangga," sebut Bambang.

Baca juga: BREAKING NEWS : Rombongan Ketua DPD RI Kunjungi POS KUPANG

Ia menyebut konsumsi telur oleh masyarakat Indonesia hanya 150 butir/kap/tahun dan ayam sebanyak 15 kg/kap/tahun.

Apabila dibandingkan dengan konsumsi rokok, lanjut Bambang, Indonesia merupakan konsumen rokok terbesar di Asean bahkan dunia dengan jumlah 1.300 batang/orang/tahun (3,5 batang per hari).

"Hal ini juga disebabkan banyaknya kampanye negatif tentang ayam dan telur seperti hormon, kolesterol, bisul dan lain-lain," katanya.

Mengutip pernyataan Organization for Economics Co-operation and Development (OECD), Bambang mengatakan, konsumsi poultry meat kg per kapita tahun 2020, Indonesia berada di bawah Malaysia, Vietnam dan Filipina.

"Hal ini yang mendorong Pinsar Indonesia melakukan kampanye dan kegiatan-kegiatan jelang Hari Ayam dan Telur Nasional," ujarnya.

Bambang memberi alasan memilih NTT menjadi tempat penyelenggaraan
Hari Ayam dan Telur Nasional serta Hari Telur Dunia (World Egg Day). Menurutnya, saat ini angka stunting di NTT cukup tinggi sehingga dengan adanya kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat NTT menangani stunting. (cr4)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved