Breaking News:

Berita Kota Kupang

Penarikan Guru Negeri Dari Sekolah Swasta, Simon Riwu Kaho Ungkap Anak-Anak Jadi Korban

Bupati memerintahkan untuk melakukan penarikan atau tawaran, tapi harus minta pertimbangan dari yayasan dan kepala sekolah

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GECIO VIANA
Pengamat pendidikan NTT, Simon Riwu Kaho 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Aksi demo oleh pengurus yayasan pendidikan bersama puluhan guru di Kabupaten Sikka terkait adanya penarikan guru negeri di sekolah swasta oleh Dinas PKO Sikka mendapat perhatian dari Pengamat Pendidikan, Simon Riwu Kaho.

Menurut Simon penarikan guru negeri yang mengajar di sekolah swasta yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka itu sesuai kewenangan pemerintah.

Namun, Simon mengungkapkan bahwa penarikan guru ini akan berdampak pada efektivitas belajar anak-anak disekolah, apabila tanpa didasari pertimbangan.

"Penarikan guru PNS yang diperbantukan di sekolah Swasta ke sekolah negeri itu wewenangnya pemerintah, namun dampaknya akan dirasakan oleh anak-anak dalam proses belajar," ungkap Simon

Menurut Simon, persoalan tersebut pun harus dipertimbangkan oleh pihak sekolah swasta, yayasan atau kepala sekolah terkait kebutuhan guru yang ada di sekolah tersebut.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Resmi Dilaporkan Cipayung Kota Kupang ke Polda NTT

Lanjutnya, penarikan boleh saja dilakukan oleh pihak pemerintah karena itu adalah wewenangnya mereka, namun harus melalui rapat atau konsultasi.

"Silahkan gubernur atau Bupati memerintahkan untuk melakukan penarikan atau tawaran, tapi harus minta pertimbangan dari yayasan dan kepala sekolah," ujar dia

Dia menambahkan untuk penarikan guru ini harus berdasarkan tingkatannya yakni, dari Paud-SD wewenangnya Bupati, dan SMP-SMA/SMK wewenang Gubernur.

Dia menegaskan bahwa, semua anak yang bersekolah baik itu di sekolah swasta maupun di sekolah negeri adalah anak bangsa, maka persoalan ini harus dipertimbangkan sebaik mungkin agar anak-anak tidak menjadi korban.(*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved